Pengertian Resource Based View Theory
Perubahan yang cepat dalam lingkungan bisnis
mengakibatkan semakin ketatnya persaingan. Oleh karena itu setiap
organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada,
sehingga organisasi bisa survive dan bersaing pada pasar global.
Tantangan utama pihak manajemen adalah bagaimana mengelola
sumberdaya organisasi secara efektif dengan menghapuskan
praktek-praktek yang tidak efektif. Hal ini berarti pihak manajemen
dituntut untuk mengembangkan cara-cara baru agar organisasi tetap
mampu bersaing (Wright dan Mc Mahan, 1992). Dalam rangka
memenangkan persaingan ini, setiap organisasi harus mempunyai
keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif merupakan
kemampuan suatu organisasi untuk memberikan nilai lebih dibanding
pesaingnya. Nilai lebih ini dapat berupa biaya yang lebih rendah
dengan manfaat serupa yang ditawarkan pesaing atau manfaat yang
jauh lebih tinggi dengan biaya lebih tinggi atau hibrida keduanya.
Kemampuan memberikan nilai lebih ini dimulai dari pelanggan dan
berasal dari berbagai sumber keunggulan bersaing (Satyagraha,
1994).
Salah satu teori yang diusulkan oleh Wright dan Mc Mahan
(1992) adalah pandangan manajemen strategik berdasarkan
sumberdaya. Teori ini memfokuskan pada hubungan antara strategi
organisasi dengan sumberdaya internal organisasi. Sumberdaya
internal dan penyebaran sumberdaya yang tidak dapat ditiru oleh
organisasi lain merupakan pendukung pencapaian keunggulan
kompetitif organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa teori ini sangat
penting bagi organisasi, karena berperan dalam mengembangkan
sumberdaya manusia sebagai salah satu sumberdaya internal untuk
mencapai keunggulan kompetitif organisasi.
The Resource Based View (RBV) of The Firm merupakan
konsep yang mengkombinasikan analisa internal dan analisa
eksternal organisasi. RBV memandang organisasi sebagai kumpulan
aset-aset fisik, non fisik dan kemampuan organisasi (organizational
capabilities) yang sangat berbeda dengan organisasi lain. Tidak ada
dua organisasi yang sama dalam memiliki aset, kemampuan, dan
kultur sekaligus. Aset, kemampuan dan kultur yang dimiliki
organisasi akan menentukan bagaimana organisasi melakukan
aktivitas fungsional secara efektif dan efisien. Suatu organisasi
dianggap sukses apabila suatu organisasi memiliki sumberdaya
terbaik dan sesuai dengan bisnis dan strateginya dalam menciptakan
nilai (Barney, 1991).
Selain itu, dalam kerangka kerja yang berdasarkan
sumberdaya, organisasi dipandang sebagai sekumpulan
sumberdaya produktif dan kapabilitas yang digunakan berdasarkan
keputusan administratif dan tidak dijual secara bebas di pasaran
(Lado dan Wilson,1994; Christensen dan Foss, 1997). Hal ini
menunjukkan bahwa organisasi merupakan kumpulan aset fisik, non
fisik dan kemampuan yang sangat menentukan keberhasilan
organisasi dalam melakukan aktivitasnya. Sumberdaya organisasi
mencakup semua faktor baik yang berwujud maupun yang tidak
berwujud yang dimiliki oleh organisasi, kemudian diproses untuk
menghasilkan barang atau jasa guna memenuhi keinginan manusia.
Comments
Post a Comment