Pengukuran Kecemasan

 


Penilaian untuk menentukan tingkat kecemasan pada lansia dapat menggunakan
alat ukur SDA (Scale Of Death Anxiety) yang telah dikemukakan oleh Templer, (1970)
dalam Saleem, (2015) yang berjudul Journal Death Anxiety Scale; Translation And Validation
In Patient With Cardiovascular Desease. Dalam Scale Of Death Anxiety, pengukuran
kecemasan di sajikan melalui lima sub komponen terdiri dari yaitu death anxiety secara
umum, ketakutan akan sakit, pemikiran mengenai kematian, bergantinya waktu dan
kehidupan yang singkat, dan ketakutan akan masa depan. SDA (Scale Of Death Anxiety)
terdiri dari 5 tanda dan gejala kecemasan yang terdiri dari: 3 pernyataan death anxiety
secara umum (pernyataan nomor 1, 5, dan 7), 4 gejala pernyataan ketakutan akan sakit
(pernyataan nomor 4, 6, 9, dan 11), 3 pernyataan pemikiran mengenai kematian
(pernyataan nomor 3, 10, 14), 3 pernyataan mengenai bergantinya waktu dan kehidupan
yang singkat (pernyataan nomor 2, 8, 12), dan 2 pernyataan ketakutan akan masa depan
(13 dan 15).
Menurut Saleem, (2015) skoring tingkat kecemasan menyatakan kepada individu
seberapa sering mengalami masing-masing gejala selama 1 minggu terakhir. Penilaian
menggunakan tipe skala likert 3 kriteria dengan rentang nilai 1-2 (sangat tidak setuju),
nilai 3-4 (setuju) dan nilai 5 (sangat setuju), adapun cara penilaiannya sebagai berikut:
- Nilai 1 = Sangat Tidak Setuju (STS)
- Nilai 3 = Netral (N)
- Nilai 5 = Sangat Setuju (SS)
Selanjutnya nilai masing-masing dari 15 pernyataan SDA (Scale Of Death Anxiety)
tersebut diklasifikasikan dalam rentang skor dari 0 sampai 75. Semakin tinggi skor
mengindikasinya semakin tinggi level kecemasan, yang dikategorikan sebagai berikuti:
- Skore <15-35 = kecemasan rendah
- Skore 36-55 = kecemasan sedang
- Skore 56-75 = kecemasan tingg

Comments

Popular Posts