Pengukuran Tingkat Spiritual

 


Alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat spiritual pada individu
adalah Daily Spiritual Experience Scale (DSES), untuk mengukur pengalaman spiritual yang
biasa dilakukan setiap hari. DSES terdiri dari 15 item, termasuk konstruksi seperti rasa
takut, rasa syukur, pengampunan, rasa persatuan dengan transenden, cinta kasih, dan
keinginan untuk kedekatan dengan Allah. Prosedur ini adalah untuk menghasilkan model
dua faktor: Faktor 1 ditetapkan sebagai hubungan vertikal (Tuhan atau Transenden),
yang terdiri dari 12 item (misalnya, Pertemuan pada agama atau spiritualitas). Faktor 2
dicirikan sebagai hubungan horizontal (manusia atau orang lain), yang terdiri dari tiga
item (misalnya, Saya merasa peduli tanpa pamrih pada orang lain). Skala diukur pada 6
jenis skala Likert: 6 = berkali-kali sehari, 5 = setiap hari, 4 = hampir setiap hari, 3=beberapa hari, 2 = sekali-sekali, dan 1 = tidak pernah atau hampir tidak pernah, dengan
skor: Rendah = 15-39, Sedang = 40-64, Tinggi = 65-90 (Underwood, 2002 dalam
Nilamastuti, 2016).
Kriteria tersebut menjelaskan apabila seseorang merasakan pengalaman spiritual
dengan skala seringkali (>1 kali/hari) dalam kehidupan sehari-harinya maka tingkat
spiritualitasnya tinggi dan juga begitu sebaliknya. Pengalaman spiritualitas yang dirasakan
seseorang setiap hari (1 kali/hari) dan hampir setiap hari (5-6 kali/minggu) maka sudah
jelas tingkat spiritualitasnya akan tinggi, jika pengalaman spiritualitas yang dirasaka
seseorang kadang-kadang (3-4 kali/minggu ) dan jarang ( 1 – 2 kali/minggu ) maka
tingkat spiritualitas dari seseorang tersebut sedang. Apabila seseorang mengalami
pengalaman spiritualitas hampir tidak pernah (< 1 kali/minggu) makan tingkat
spiritualitasnya rendah (Permatasari, 2017)

Comments

Popular Posts