Persepsi Harga
Persepsi harga adalah bagaimana cara konsumen melihat harga sebagai
harga yang tinggi, rendah dan adil. Hal ini mempunyai pengaruh yang kuat baik
kepada minat beli dan kepuasan dalam pembelian (Schiffman, L. dan Kanuk, L.,
2004: 186). Menurut teori Peter dan Olson (2000: 228) tentang persepsi harga
merupakan bagaimana informasi harga dipahami seluruhnya oleh konsumen dan
memberikan makna yang dalam bagi mereka. Sedangkan definisi harga sendiri
menurut Kotler dan Amstrong (2009: 345) yaitu jumlah semua nilai konsumen
tukarkan dalam rangka mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan
barang dan jasa. Jadi, berdasarkan teori definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
harga mempunyai dampak terhadap kepuasan dan manfaat konsumen, dimana jika
seorang konsumen mengkonsunsmsi suatu barang berlebihan maka manfaat dan
kepuasan konsumen akan cenderung berkurang atau negatif sehingga konsumen
akan selalu berusaha dalam mencapai kepuasan total yang maksimun. Menurut
Stanton (1998: 308), ada empat indikator yang mencirikan harga yaitu :
1. Keterjangkauan harga yaitu aspek penetapan harga yang dilakukan oleh
produsen atau penjual yang sesuai dengan kemampuan beli konsumen.
2. Daya saing harga yaitu penawaran harga yang diberikan oleh produsen
atau penjual berbeda dan bersaing dengan yang diberikan oleh produsen
lain pada satu jenis produk yang sama. Konsumen membandingkan
harga dari berbagai alternatif produk yang tersedia sehingga dapat
memutuskan untuk mengalokasikan dana pada prosuk yang
dikehendaki.
3. Kesesuaian harga dengan kualitas produk, yaitu aspek pendapatan harga
yang dilakukan oleh produsen atau penjual yang sesuai dengan kualitas
produk yang dapat diperoleh konsumen. Dalam hal ini konsumen
memiliki persepsi bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas
yang tinggi.
4. Kesesuain harga dengan manfaat produk yaitu, aspek penetapan harga
yang dilakukan oleh produsen atau penjual yang sesuai dengan manfaat
yang dapat diperoleh konsumen dari produk yang dibeli.
Comments
Post a Comment