Persepsi Konsumen
Hampir semua kejadian di dunia saat ini penuh dengan rangsangan. Suatu
rangsangan (stimulus) adalah sebuah unit input yang merangsang satu atau lebih
dari (lima) pancaindra: penglihatan, penciuman, rasa, sentuhan dan pendengaran.
Oleh karena itu mereka menggunakan keterbukaan yang selektif (selectif
exposure) untuk menentukan mana rangsangan yang harus diperhatikan dan mana
yang harus diabaikan (Setiadi, 2015:91).
Dalam Rossanty et al (2018:84) dijelaskan persepsi merupakan suatu proses
yang timbul akibat adanya sensasi, di mana sensasi adalah aktivitas merasakan
atau penyebab keadaan emosi yang menggembirakan. Sensasi juga dapat
didefinisikan sebagai tanggap yang cepat dari indra penerima terhadap stimuli
dasar seperti cahaya, warna, dan suara. Dengan adanya itu semua, persepsi akan
timbul.
Persepsi merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi
bagaimana seseorang memutuskan untuk membeli dan menggunakan suatu
produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Persepsi yang dibentuk seseorang
dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan sekitarnya (Setiadi, 2015:92).
Maka dapat dikatakan persepsi merupakan sebagai cara seseorang
memandang dunia di sekitarnya. Persepsi adalah semua yang berhubungan dengan
pemahaman subjektif konsumen. Dan konsumen akan bertindak dan bereaksi atas
dasar persepsi yang dimilikinya
Comments
Post a Comment