Resource Based View (RBV) Theory
Penelitian ini dikembangkan dengan teori yaitu Resource Based View (RBV)
dipelopori pertama kali oleh Wernerfelt (1984) dalam jurnal (Ali Jufri,2021:2)
Teori RBV memandang bahwa sumber daya dan kemampuan perusahaan sangat
penting adanya bagi perusahaan, karena merupakan pokok atau dasar dari
kemampuan daya saing serta kinerja perusahaan satu dengan yang lainnya.
Menurut (Jantje Eduard L,2011:45) RBV juga dipandang sebagai kemampuan
bersaing organisasi satu dengan yang lainnya merupakan fungsi dari keunikan
serta nilai dari sumberdaya serta kapabilitas yang dimiliki oleh sebuah organisasi.
Teori resource-based view (RBV) mengatakan bahwa untuk perusahaan
memiliki keuntungan kompetitif yang berkelanjutan, sebuah organiasi harus
memiliki sumber daya yang berharga, langka, tidak dapat ditiru dan tidak dapat
digantikan dan berbeda dari yang lainnya menurut (Dr. Vladimir dan Khristian
Edi, 1967: 6)
Teori Resource Based View (RBV) membahas model kinerja perusahaan
dengan fokus pengendalian dar setiap sumber daya (Resource) serta kemampuan
(Capabilities) yang dimiliki dalam rangka mencapai keunggulan dari masingmasing perusahaan. RBV memandang bahwa perusahaan harus memperhatikan
beragam sumber daya yang berbeda dari semua perusahaan yang lainnya. Sumber
daya yang dimaksud adalah aset berwujud dan aset tidak berwujud yang bisa
dikendalikan perusahaan yang bisa dijadikan sebuah strategi utama dibandingkan
sumber daya lainnya (Barney, 1991; Wernerfelt, 1984) dalam jurnal (Pertiwi &
Suhartini, 2022 : 1084).
Asumsi dari teori RBV yaitu bagaimana suatu perusahaan dapat saling
bersaing dengan perusahaan lain, dengan mengelola sumber daya yang dimiliki
perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan kemampuan perusahaan dalam
mencapai keunggulan kompetitif perusahaan (Ni Putu Shintya Dewi, 2021 : 203).
Pandangan teori berbasis sumber daya perusahaan (RBV) dan teori berbasis
sumber daya yang dihasilkan (RBT) menyediakan kerangka atau tuntutan kerja
yang penting untuk menjelaskan dan memprediksi dasar dari suatu perusahaan
dengan keunggulan dan kinerja (Barney, 2011).
(Kozlenka, 2014) menjelaskan bahwa logika dasar didasarkan pada dua
asumsi dasar mengenai sumber daya perusahaan dan menjelaskan bagaimana
sumber daya tersebut dapat menghasilkan keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan dan mengapa beberapa perusahaan bisa secara konsisten lebih maju
dan hebat daripada perusahaan lain. Pertama, perusahaan memiliki seperangkat
yang berbeda berasal dari sumber daya (Barney, 2003).
Berharga, langka, tidak sempurna imitable, organisasi (VRIO) karakteristik
menunjukkan empat kondisi untuk menilai bagaimana potensi sumber daya akan
mampu menghasilkan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Kozlenkova,
2014). Berikut ini adalah karakteristik VRIO :
a. Sebuah sumber daya perusahaan dapat dikatakan sebagai berharga jika sumber
daya memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan dan menerapkan
strategi kedisiplinan yang dapat mengurangi biaya perusahaan dan atau
meningkatkan pendapatan perusahaan lebih dari meskipun sumber daya itu
tidak hadir.
2. Sumber daya yang langka yang hanya dikendalikan oleh setiap perusahaan
yang bersaing. Jika sumber daya ini berharga tetapi tidak bisa melakukan,
pemanfaatan sumber daya akan menghasilkan kesetaraan yang kompetitif,
karena perusahaan-perusahaan lain yang juga memiliki sumber daya ini juga
memili untuk memanfaatkan itu.
3. Tidak sempurna sumber imitable tidak dapat diperoleh melalui duplikasi atau
substitusi langsung oleh perusahaan yang tidak memilikinya.
4. Sumber daya perusahaan harus dapat diatur sehingga potensi sumber daya
dapat dimanfaatkan secara maksimal. Organisasi bertindak sebagai faktor
penyesuaian, pengawasan, pengembangan yang memungkinkan perusahaan
untuk sepenuhnya menggunakan manfaat dari dalam sumber daya itu.
Berdasarkan penjelasan di atas, menurut RBT, intellectual capital memiliki
VRIO sehingga bisa mendapat potensi besar untuk memenuhi karakteristik
menciptakan keunggulan yang kompetitif bagi suatu perusahaan Perusahaan dapat
menggunakannya untuk bersaing di pasar yang kompetitif dan mencapai kinerja
yang optimal dan secara maksimal.
Comments
Post a Comment