Resource-Based View (RBV)
RBV dapat diartikan sebagai model berbasis sumber daya yang fokus
pada pengembangan atau pemerolehan sumber daya dan kapabilitas berharga
yang sulit atau tak mungkin ditiru oleh pesaing (Hamdan, 2007). Menurut Barney
dalam Roy dan Aubert (1999) suatu sumber daya perusahaan meliputi semua
karakteristik organisasi, proses, keserasian, informasi dan pengetahuan yang
dikendalikan oleh perusahaan yang membuka peluang untuk dimengerti dan
diterapkan dalam strategi untuk meningkatkan efektivitasan perusahaan.Postulat
inti RBV adalah sumber advantage yang mampu meningkatkan kinerja
perusahaan (Roy and Aubert, 1999). Hal ini dapat difokuskan pada pertimbangan
startegis perusahaan ketika pengembangan dana menggunakan“skills or
knowledge sets” yang terdiri atas sistem informasi organisasi (Quinn dan Hilmer
dalam Roy dan Aubert, 1999) .
Pandangan berbaris sumber daya (RBV) digunakan untuk menentukan
sumber daya strategis yang tersedia bagi organisasi. Prinsip mendasar dari RBV
adalah bahwa dasar keunggulan kompetitif dari suatu organisasi terletak terutama
dalam penerapan sumber daya berharga yang dimiliki organisasi. Sumber daya
organisasi meliputi seluruh kekayaan, kemampuan, proses
organisasi, atribut organisasi, informasi, pengetahuan, dan sebagainya.
Dikendalikan oleh organisasi yang memungkinkan organisasi untuk memahami
dan menerapkan strategi yang meningkatkan efisiensi dan efektivitas (Daft,
1983).
RBV meruapkan metode untuk menganalisis dan mengidentifikasi
keunggulan strategis suatu organisasi yang didasarkan pada tinjauan terhadap
kombinasi dari aset, keahlian, kapabilitas, dan aset yang tak berwujud yang khas
dari suatu organisasi (Pearce and Robinson, 2007). RBV suatu organnisasi
menjelaskan kemampuan untuk memberikan keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan apabila sumber daya dikelola sedemikian rupa sehingga hasilnya
tidak dapat ditiru oleh organisasi lain ( Mahoney and Pandian 1992 ). RBV
menjelaskan bahwa keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dari suatu
organisasi dicapai berdasarkan sumber daya yang unik, langka, berharga, sulit
ditiru, tidak dapat diperdagangkan, dan tidak tergantkan ( Berney, 1999 ). Fakta
menunjukan bahwa suatu organisasi dapat mencapai keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan melalui sumber daya unik yang dimilikinya, dan sumber daya
tersebut tidak dapat dengan mudah dibeli, ditransfer, atau disalin. RBV
difokuskan pada kemampuan organisasi untuk mempertahankan kombinasi
sumber daya yang tidak dapat dimiliki atau dibangun dengn cars yang sama oleh
pihak lain.
RBV merupakan pendekatan yang digunakan organisasi dalam
mencapai keunggulan bersaing berkelanjutan ( Berney, 1991; Teece, 1997 ).
Organisasi yang memiliki pola kerjasama tim yang baik dan komitmen
organisasional tinggi merupakan sumber daya langka. Lebih lanjut dikatakan
bahwa sumberdaya langka merupakan sumberdaya yang hanya sedikit dimiliki
oleh pihak lain sebagai pendukung produktivitas organisasi. Hal ini menunjukkan
bahwa untuk mempertahankan keunggulan bersaing dalam jangka waktu tertentu,
dibutuhkan mekanisme yang dapat menghindari terjadinya peniruan oleh pihak
lain. Menurut pendekatan RBV, determinan kinerja organisasi adalah
kompetensi-kompetensi dan aset-aset spesifik organisasi, serta
mekanisme¬mekanisme perlindungan posisi organisasi. Termasuk di dalam RBV
adalah intangible assets (aset tidak berwujud), seperti reputasi organisasi,
akumulasi pengalaman, keterampilan dalam teknologi dan manajerial dalam
suatu organisasi (Pearce & Robinson, 2007).
Terdapat empat kriteria suatu sumber daya organisasi sangat bernilai
yaitu penting untuk memenuhi kebutuhan stakeholders, langka, kelayakan, dan
durabilitas (Pearce & Robinson, 2007). Penting menunjukkan bahwa sumber
daya yang bernilai hanya sumber daya yang memiliki kontribusi terhadap
keunggulan kompetitif superior karena mampu memenuhi kebutuhan
stakeholders secara lebih baik. Sumber daya menjadi bernilai ketika oganisasi
sejenis hanya sedikit yang memilikinya, sementara sumber daya tersebut penting
untuk memenuhi kebutuhan stakeholders. Kekayaan sumber daya menunjukkan
seberapa besar keuntungan yang diperoleh organisasi sebagai keunggulan
kompetetif. Durabilitas menunjukkan seberapa lama sumber daya organisasi
terdepresiasi. Semakin lambat sumber daya terdepresiasi maka semakin bernilai
sumber daya tersebut.
Perspektif kompetensi mengidentifikasikan dimensi-dimensi dari
kompetensi khas organisasi yang dapat menjadi keunggulan bersaing dan
berupaya menjelaskan bagaimana kompetensi-kompetensi dan sumber daya
dapat dikembangkan, di daya gunakan dan dilindungi. Organisasi yang dapat
memenangkan persaingan adalah organisasi yang menunjukkan ketanggapan,
melakukan inovasi secara cepat dan fleksibel serta didukung oleh kompetensi
manajemen yang mampu mengkoordinasikan dan mendayagunakan kompetensi
internal secara efektif.
Pendekatan RBV menekankan peningkatan keunggulan bersaing berasal
dari sumberdaya strategis organisasi (Barney, 1991; Teece, 1997). Keunggulan
bersaing memungkinkan organisasi memperoleh kinerja unggul pada jangka
waktu tertentu (Pitts and Lei, 2003). Inti dari RBV adalah bahwa setiap
organisasi berbeda secara fundamental karena memiliki seperangkat sumber daya
dan kompetensi yang khas (Grant, 1991). Pencapaian keunggulan bersaing yang
paling efektif adalah dengan menggunakan kompetensi atau kapabilitas
organisasi (Wernerfelt, 1984; Amit & Schoemaker, 1993).
Pendekatan RBV menyatakan bahwa organisasi dapat mencapai
keunggulan bersaing yang berkesinambungan dan memperoleh keunggulan
superior dengan memiliki atau mengendalikan aset-aset strategis baik yang
berwujud maupun yang tidak berwujud. Menurut pendekatan RBV, organisasi
merupakan sekumpulan sumberdaya strategis dan produktif yang unik, langka,
kompleks, saling melengkapi dan sulit untuk ditiru oleh organisasi sejenis yang
dapat dimanfaatkan sebagai elemen untuk mempertahankan dan meningkatkan
kinerja.
Comments
Post a Comment