Spiritual/Religius dalam Asuhan Keperawatan

 


Penelitian mengenai kebutuhan pasien kanker terhadap spiritual
care menyatakan bahwa sebagian besar pasien mengatakan spiritual care
merupakan hal yang penting (Ferrell, et al., 2013). Asuhan keperawatan
spiritual/religius merupakan elemen inti, penting, dan menjadi pilar dalam
praktek keperawatan holistik. Asuhan kerawatan spiritual merupakan
proses yang subjektif dan dinamis, mengintegrasikan aspek yang unik dari
berbagai aspek yang memberikan kesadaran akan dimensi transenden dan
merefleksikan realitas pasien (Ramezani, et al., 2014).
Spiritulaitas/religiusitas dalam keperawatan menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dari asuhan keperawatan. Diagnosis Keperawatan
NANDA-I memasukan spiritualitas/religiusitas dalam domain prinsip
hidup serta dijabarkan dalam dalam kelas (sub domain) keyakinan dan
keselarasan nilai/keyakinan/tindakan. Diagnosis keperawatan terkait
dengan spiritualitas/religius antara lain : kesiapan meningkatkan
kesejahteraan spiritual, kesiapan meningkatkan religiusitas, hambatan
religiusitas, risiko hambatan religiusitas, distres spiritual, dan risiko distres
spiritual (Herdman & Kamitsuru, 2017).
Perawat dalam tugasnya sehari-hari memberikan perawatan yang
holistik, sehingga spiritualitas menjadi salah satu komponen yang penting
dalam asuhan keperawatan. Komponen yang masuk dalam asuhan
keperawatan spiritual meliputi : kehadiran yang mendukung kesembuhan,
menjadi pribadi yang terapeutik, intuisi, eksplorasi perspektif spiritual,
berpusat pada pasien, terapi yang berpusat kepada makna, dan
menciptakan suasana lingkungan yang memperkaya spiritualitas
(Ramezani, et al., 2014).

Comments

Popular Posts