Tahapan keputusan pembelian
Menurut Firmansyah (2017) indikator pembelian terdiri dari lima tahap,
yaitu :
(1) Pengenalan masalah (Problem Recoqnition)
Proses pengambilan oleh konsumen diawali sejak pembeli mengenali
kebutuhan atau masalah. Kebutuhan tersebut dapat ditimbulkan oleh
dorongan dari internal dan eksternal sehingga dapat mendorong mint
konsumen. Konsumen akan mencari informasi tentang produk atau merek
tertentu dan mengevaluasi kembali seberapa baik yang sudah direncanakan
maupun yang muncul secara tiba-tiba.
(2) Pencarian informasi (Information Search)
Setelah konsumen tertarik kebutuhannya, konsumen akan terdorong
untuk mencari informasi yang lebih banyak. Pencarian informasi dapat
bersifat aktif dan pasif. Pencarian informasi yang bersifat aktif dapat
berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan
harga dan kualitas produk. Sedangkan pencarian informasi pasif hanya
dengan membaca iklan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan
khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.
(3) Evaluasi alternatif (Alternative Eveluation)
Evaluasi mencerminkan keyakinan dan sikap yang mempengaruhi
perilaku pembelian.
Evaluasi alternatif terdiri dari dua tahap, yaitu menetapkan tujuan
pembelian dan menilai serta mengadakan seleksi terhadap alternatif
pembelian berdasarkan tujuan pembelian. Setelah konsumen
mengunmpulkan informasi mengenai jawaban alternatif terhadap suatu
kebutuhan, maka konsumen akan mengevaluasi pilihan dan
menyederhanakan pilihan pada alternatif yang diinginkan. .
(4) Perilaku pasca pembelian (Post-Purchase Behaviour)
Setelah membeli suatu produk, konsumen akan mengalami beberapa
tingkat kepuasan atau tidak ada kepuasan. Mungkin ada konsumen yang
tidak merasa puas saat membeli maka konsumen akan membandingkan
produk atau jasa ke produk atau jasa lain. Kepuasan dan ketidakpuasan
mempengaruhi pembelian selanjutnya.
Comments
Post a Comment