Teori keagenan

 


Teori keagenan menguraikan hubungan antara pihak principle dengan pihak
agent. Pihak principle (pemilik) akan memberikan wewenang kepada pihak agent
(pengelola) dalam menjalankan aktivitas perusahaan dengan harapan bahwa agent
akan menjalankannya dengan baik sehingga dapat memaksimalkan nilai
perusahaan yang sesuai dengan tujuan principle. Wewenang yang diberikan oleh
principle kepada agent yaitu untuk dapat mengelola dan mengambil suatu
keputusan atas nama principle. Adanya pemisahan antara kepemilikan dengan
pengelola menyebabkan timbulnya suatu permasalahan yang disebut sebagai
masalah agent (Handayani, 2018). Terdapat suatu mekanisme yang dapat
mengurangi adanya pelanggaran yang dilakukan oleh manajer (agent) yang
merugikan pemegang saham (principle). Mekanisme yang dapat mengurangi
permasalahan tersebut terdiri dari dua mekanisme kontraktual yaitu monitoring dan
bonding (Jensen dan Meckling 1976). Manajer lebih banyak mengetahui mengenai
informasi serta kondisi yang ada di perusahaan dibandingkan dengan pemilik
(pemegang saham) sehingga untuk mengetahui kondisi dari kinerja perusahaan
dapat diketahui dengan melihat laporan keuangan perusahaan karena dalam laporan
keuangan tersebut akan mempengaruhi para investor untuk terus berinvestasi di
perusahaan tersebut atau tidak

Comments

Popular Posts