Kepuasan Kerja(job satisfaction)
Seorang ASN dituntut bekerja dengan nyaman dan mampu berusaha sebaik mungkin untuk
menyelesaikan tugas dan penuh tanggung jawab. Sinambela (2011:256) mendefinisikan
kepuasan kerja sebagai perasaan seseorang terhadap pekerjaan yang dihasilkan oleh usahanya
sendiri (internal) dan hal-hal dari luar dirinya (eksternal), atas keadaan kerja, hasil kerja, dan
kerja itu sendiri.(dalam (INDRIYANTI PERMATA, 2017)).
Definisi lain termasuk (Bahjat Abdallah et al., 2017) menyatakan kepuasan kerja merupakan
keadaan emosional yang menyenangkan atau positif yang dihasilkan dari penilaian pekerjaan
seseorang.
Sedangkan Hoppock mendefinisikan kepuasan kerja sebagai kombinasi keadaan psikologis,
fisiologis, dan lingkungan yang menyebabkan seseorang dengan jujur mengatakan bahwa
saya puas dengan pekerjaan saya ((Aziri, 2011)
Smith, Kendall, dan Hulin (1969) (dalam (Dinc, 2017), aspek kepuasan diklarifikasikan terdiri
dari gaji, kepuasan dengan promosi, kepuasan dengan rekan kerja, kepuasan dengan pekerjaan
itu sendiri dan kepuasan dengan pengawasan.
Sedangkan (HANIFAH, 2016) menyebutkan kepuasan kerja karyawan dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor, menurut Luthans, faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja dapat
digunakan sebagai Job Descriptive Index (JDI) yang terdiri atas pekerjaan itu sendiri, kualitas,
rekan kerja, kesempatan promosi, dan gaji.
Comments
Post a Comment