Komitmen Afektif (Affective Commitment)

 


Mowday, R.T., Porter, L.W. and Steers, R.M. (1982) (terdapat dalam (Bahjat Abdallah et al.,
2017) komitmen organisasi terdiri dari tiga karakteristik yang meliputi:
1. keyakinan yang kuat dan penerimaan tujuan dan nilai-nilai organisasi
2. kesediaan untuk mengerahkan upaya yang cukup besar atas nama organisasi
3. yang kuat keinginan untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi
Menurut Meyer dan Allen (dalam (HANIFAH, 2016)) komitmen afektif didefinisikan sebagai
keinginan anggota organisasi untuk tetap menjadi anggota karena keterikatan emosional dan
keterlibatan dengan organisasi itu.
Dalam penelitian sebelumnya, komitmen afektif atau afeksi positif terhadap organisasi,
tercermin dalam keinginan untuk melihat organisasi berhasil dalam tujuannya dan perasaan
bangga menjadi bagian dari organisasi (Cohen, 2003) (dalam (Kehoe & Wright, 2013))
Menurut (HANIFAH, 2016) Karyawan yang memiliki komitmen dengan dasar afektif
memiliki tingkah laku berbeda dengan karyawan yang berdasarkan komitmen kontinuan.
Karyawan dengan komitmen afektif benar-benar ingin menjadi karayawan di perusahaan yang
bersangkutan sehingga memiliki keinginan untuk menggunakan usaha optimal demi
tercapainya tujuan perusahaan.
Sedangkan Porter et al., 1974, Boxall et al., 2011 terdapat dalam (S. I. Khan, 2015)
menyebutkan Komitmen afektif (AC) dapat didefinisikan sebagai kekuatan identifikasi
individu dengan dan keterlibatan dalam organisasi.

Comments

Popular Posts