Prinsip-Prinsip Human Relations Approach
Untuk dapat terciptanya hubungan dengan manusia supaya terjalin baik,
perlu beberapa prinsip yang harus dipatuhi. Terdapat delapan prinsip yang
dikemukakan oleh (Davis, 1957), delapan prinsip tersebut terdiri atas:
1) Kepentingan Individu (Importance of Individu)
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa kepentingan individu pada setiap
pegawai harus diperhatikan serta perlu untuk menyadari perasaaannya satu
sama lain. Penting juga untuk memastikan perilaku satu sama lain baik itu
sebagai individu, karyawan, pekerja, dan sebagainya, supaya nantinya
mampu memberikan semangat kerja yang tinggi dan hasil kinerja yang
memuaskan.
2) Saling Menerima (Mutual Acceptance)
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa keseluruhan individu dalam mengelola
organisasi seperti pegawai, serikat pekerja, atasan, dan manajemen perlu
memliki rasa saling menerima serta saling menghormati atas fungsi dan
tanggung jawabnya satu sama lain.
3) Kepentingan Bersama (Common Interest)
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa keseluruhan individu dalam mengelola
organisasi seperti pegawai, serikat pekerja, atasan, dan manajemen satu sama
lain terikat oleh kepentingan bersama supaya tujuan organisasi dapat
terwujud secara kolektif melalui kerja sama semua komponen di organisasi.
4) Keterbukaan Komunikasi (Open Communication)
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa dengan sangat penting adanya
komunikasi yang terbuka dalam hal berbagi ide, informasi, dan perasaan
dengan semua komponen organisasi untuk memahami dan membuat
keputusan yang lebih baik serta bisa juga untuk mendapatkan rasa saling
pengertian dalam menyelesaikan tugas dan lain sebagainya.
5) Partisipasi Pegawai (Employee Participations)
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa dengan melibatkan partisipasi seluruh
pegawai dalam penyampaian pendapat, ide, ataupun saran untuk semua
komponen organisasi akan berdampak pada hasil atau tujuan organisasi yang
lebih baik.
6) Identitas Lokal (Local Identity)
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa seorang individu mampu menerima
pengakuan, kebanggaan, dan kepuasan kerja dengan cara mengidentifikasi
hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaannya melalui kelompok, tim, atau
regunya yang saling bekerja sama dalam menyelesaikan sebuah projek.
7) Keputusan Lokal (Local Decisions)
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa mereka yang paling dekat dengan
masalah namun mereka memengaruhi diri mereka sendiri untuk
mengembangkan solusi-solusi dari masalah tersebut adalah mereka yang
paling memuaskan jika mereka diberi otoritas untuk menyelesaikannya.
8) Standar Moral yang Tinggi (High Moral Standard)
Dalam prinsip ini menyatakan bahwa standar moral yang tinggi perlu
memperhatikan setiap perilaku, tindakan, atau sikap baik itu dari pimpinan
maupun pekeja karena moralitas adalah suatu hal dasar yang paling tepat
untuk melihat benar atau salahnya tindakan seseorang terhadap orang lain.
Comments
Post a Comment