Indikator Pengembangan Karier

 


Adapun menurut Siagian (2012:207) dalam jurnal
Angga Rahyu Shaputra dan Susi Hendriani (2015),
berbagai indikator yang perlu ditanggapi buat
pengembangan karier yakni berikut ini:

  1. Perlakuan yang seimbang dalam berkarier
    Perlakuan yang seimbang hanya mampu tercipta
    apabila patokan promosi berdasar pada masukan yang
    objektif, logis dan diketahui secara menyeluruh di
    kalangan karyawan.
  2. Keperdulian para pimpinan langsung
    Para karyawan biasanya mengharapkan keterlibatan
    pimpinan langsung mereka dalam perencanaan karier
    masing-masing. Salah satu bentuk keperdulian itu
    adalah mengasihkan umpan balik kepada para
    karyawan tentang penerapan tugas masing-masing
    sehingga para karyawan itu mengetahui kapasitas
    untuk diselesaikan. Pada putaranya umpan balik itu
    adalah bahan penting bagi para karyawan mengenai
    langkah awal apa yang harus dipilihnya agar
    kemungkinannya untuk dipromosikan menjadi lebih
    besar.
  3. Informasi mengenai berbagai kesempatan promosi
    Pada dasarnya karyawan memerlukan mempunyai
    jalan masuk kepada informasi melingkupi berbagai
    kesempatan untuk dipromosikan. Akses ini sangat
    berfaedah terutama apabila lowongan yang tersedia
    diisi melalui proses penyeleksian internal yang
    sifatnya bersaing. Jika akses demikian tidak ada atau
    sangat terbatas para karyawan akan gampang
    berspekulasi bahwa prinsip keseimbangan dan
    kesetaraan dan kesempatan untuk dipertimbangkan,
    agar dipromosikan buat perusahaan sangat susah
    diaplikasikan.
  4. Adanya minat agar dipromosikan.
    Pendekatan yang benar dipakai dalam hal
    meningkatkan minat para karyawan untuk
    pengembangan karier yakni pendekatan yang luwes
    dan proaktif. Berarti, adanya keinginan guna
    meningkatkan karier sangat khusus sifatnya. Seorang
    karyawan menafsirkan berbagai faktor seperti umur,
    gender, jenis dan sifat pekerjaan sekarang, pelatihan
    serta pendidikan harus ditempuh, jumlah beban dan
    berbagai variabel lainnya. Berbagai faktor tersebut
    bisa berdampak pada besarnya minat sesorang
    mengembangkan karirnya.
  5. Tingkat kepuasaan.
    Meskipun secara menyeluruh bisa diungkapkan bahwa
    setiap orang pengen meraih peningkatan, termasuk
    dalam melewati karir, barometer kesuksesan yang
    dipakai memang berbeda-beda. Perbedaan tersebut
    merupakan akibat tingkat kepuasaan, serta dalam
    kondisi terakhir tidak mesti berarti keberhasilan
    mencapai posisi puncak dalam organisasi, melainkan
    pula berarti bersedia menerima kenyataan bahwa,
    karena berbagai faktor pembatasan harus ditempuh
    oleh seseorang, pekerja, ”puas” apabila ia dapat
    mencapai puncak tertentu dalam kariernya walaupun
    tidak banyak anak tangga karier yang sukses
    ditaklukkanya. Tegasnya, seseorang bisa puas karena
    membuktikan bahwa apa yang telah digapainya itu
    sudah merupakan hasil yang maksimal dan berusaha
    mencapai anak tangga jauh lebih tinggi akan jadi usaha
    yang bikin kecewa karena mustahil untuk
    dilaksanakan.

Comments

Popular Posts