Keseimbangan Kehidupan Kerja

 


Keseimbangan kehidupan kerja melibatkan kemampuan seseorang dalam mengatur
banyaknya tuntuntan dalam hidup secara bersamaan, di mana seseorang dalam tingkat
keterlibatannya sesuai dengan peran ganda yang dimiliki seorang karyawan (Hudson, 2005).
Adanya keselarasan dalam menjalankan tuntutan dalam kehidupannya, karyawan harus
mampu mengatur antara banyaknya peran sehingga dalam kehidupan karyawan terjadi
keharmonian atau minimnya konflik yang terjadi, misalnya seorang karyawan yang setiap
harinya bekerja dan pada ahkir pekan karyawan dapat menyediakan waktunya untuk
kepentingan keluarga dan secara bersamaan terdapat kepentingan umum/ dengan lingkungan
masyarakat, dengan demikian seorang karyawan dapat mengatur waktunya agar keterlibatan
antara perannya berjalan dengan baik.
Keseimbangan kehidupan kerja memiliki konten yang baik dalam pekerjaan dan juga
di luar pekerjaan dengan minimalnya konflik (Clark dalam (Fapohunda, 2014), Keseimbangan
kehidupan kerja aini, tentang bagaimana seseorang mencari keseimbangan juga kenyamanan
dalam pekerjaan dan di luar pekerjaannya. Menurut Parkes (2008) mendefinisikan
keseimbangan kehidupan kerja sebagai individu yang mampu berkomitmen dalam pekerjaan
dan keluarga, serta bertanggung jawab baik dalam kegiatan non-pekerjaan. Dalam
menyelaraskan kedua hal tersebut dibutuhkan adanya keseimbangan, banyak karyawan yang
kesulitan dalam mengatur baik dalam bekerja maupun dalam kesehatannya sendiri. Hal ini
penting kaitannya dalam area sumber daya manusia di mana keseimbangan ini berperan
penting dalam kelancaran dan keberhasilan karyawan (Saleem, 2015).

Comments

Popular Posts