Komponen Komunikasi
Didalam proses komunikasi, diperlukan adanya komponen-komponen
komunikasi yang menjadi unsur-unsur utama untuk dapat terjadinya suatu proses
komunikasi tersebut. Arni Muhammad dalam bukunya Komunikasi Organisasi
mengenai komponen-komponen komunikasi menyebutkan beberapa hal, yaitu:
- Pengirim Pesan
Pengirim pesan adalah individu atau orang yang mengirim
pesan. Pesan atau informasi yang akan dikirimkan berasal dari
otak si pengirim pesan. Oleh sebab itu sebelum pengirim
mengirimkan pesan, si pengirim harus menciptakan dulu pesan
yang akan dikirimkannya. Menciptakan pesan adaah
menentukan arti tersebut ke dalam satu pesan. Sesudah itu baru
dikirim melalui saluran. - Pesan
Pesan adalah informasi yang akan dikirimkan kepada si
penerima. Pesan ini dapat berupa verbal maupun nonverbal.
Pesan secara verbal dapat secara tertulis seperti surat,
buku,memo, sedangkan pesan yang secara lisan dapat berupa,
percakapan tatap muka. Percakapan melalui telepon, radio dan
sebagainya. Pesan yang nonverbal dapat berupa isyarat, ekspresi
muka dan nada suara. - Saluran
Saluran adalah jalan yang dilalui pesan dari si pengirim dengan
si penerima. Channel yang biasa dalam komunikasi adalah
gelombang cahaya atau suara itu berpindah mungkin berbedabeda. Misalnya bila dua orang berbicara tatap muka gelombang
suara dan cahaya di udara berfungsi sebagai saluran. Tetapi jika
pembicaraanitu melalui surat yang dikirimkan, maka gelombang
cahaya sebagai saluran yang memungkinkan kita dapat melihat
huruf pada surat tersebut. Kertas dan tulisan itu sendiri adalah
sebagai alat untuk menyampaikan pesan. Kita dapat
menggunakan bermacam-macam alat untuk menyampaikan
pesan seperti buku, radio, film, televii, surat kabar tetapi saluran
pokoknya adalah gelombang suara dan cahaya. Disamping itu
kita juga dapat menerima pesan melalui alat indera penciuman,
alat pengecap dan peraba. - Penerima Pesan
Penerima pesan adalah yang menganalisis dan
menginterprestasikan isi pesan yang diterimanya. - Balikan
Balikan adalah respon terhadap pesan yang diterima yang
dikirimkan kepada si pengirim pesan. Dengan diberikannya
reaksi ini kepada si pengirim pesan. Dengan diberikannya reaksi
ini kepada si pengirim, pengirim akan dapat mengetahui apakah
yang dimaksud oleh seorang pengirim. Bila arti pesan yang
dimaksudkan oleh si pengirim diinterprestasikan oleh si
penerima berarti komunikasi tersebut efektif. Seringkali respons
yang diberikan tidak seperti yang diharapkan si pengirim pesan
kurang tepat dalam menginterprestasikan pesan. Hal ini
disebabkan oleh adanya faktor-faktor dalam diri si penerima
yang mempengaruhi dalam pemberian arti pesan. (2017:17)
Comments
Post a Comment