Konflik Kerja dan Keluarga Berpengaruh Terhadap Keseimbangan Kehidupan Kerja Karyawan
Hubungan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga adalah dua arah yang berbeda.
Konflik kerja dan keluarga dapat menimbulkan dampak negatif bagi dirinya sendiri, keluarga,
dan organisasi dalam hal menyeimbangkan waktu dan peran. Oleh karena itu kehidupan
pekerjaan dan keluarga seseorang dapat mempengaruhi kehidupan keluarga mereka. Jika
wanita bekerja mengutamakan waktu dan peran pada pekerjaan maka kehidupan keluarga akan
terganggu. Jika wanita bekerja mengutamakan waktu dan peran pada keluarga kehidupan
pekerjaan tidak maksimal (Kadir, 2001).
Ketika wanita bekerja mengalami Konflik kerja dan keluarga mereka kesulitan dalam
membangun keseimbangan dalam dua domain kehidupan tersebut. Sehingga semakin tinggi
konflik kerja dan keluarga yang dirasakan maka semakin rendah Konflik kerja dan keluarga
yang dirasakan ibu bekerja. Hal ini sejalan dengan penelitian Frone, (2000) menyatakan bahwa
Konflik kerja dan keluarga dan konflik keluarga berhubungan negatif dan signifikan terhadap
phsycological well being. Penelitian ini didukung oleh penelitian Julvia (2016) yang
menunjukkan bahwa Konflik kerja di dalam organisasi juga sering terjadi. Konflik bisa
terjadi jika pekerjaan yang saling berkaitan tidak dikerjakan dengan baik. Banyaknya
hubungan yang tidak baik antar rekan kerja juga dapat membuat pekerja merasa
tertekan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian oleh Thevanes dan Mangaleswaran (2018)
yang berjudul Relationship between Work-Life Balance and Job Performance of Employees
menghasilkan bahwa
Comments
Post a Comment