Pengelolaan Diri
Menurut Komalsari (2016) pengelolaan diri adalah prosedur dimana individu mengatur
perilakunya sendiri. Pada teknik ini individu terlibat pada beberapa atau keseluruhan
komponen dasar yaitu: menentukan perilaku sasaran, memonitor perilaku tersebut, memilih
prosedur yang akan diharapkan, melaksanakan prosedur tersebut, dan mengevaluasi efektivitas
prosedur tersebut.
Uno (Asrianti, 2016), mengemukakan bahwa definisi konseptual Pengelolaan Diri yaitu
perilaku yang bertanggung jawab terhadap pengaturan segala perilakunya sendiri, dengan
tujuan agar karyawan lebih mandiri, lebih independen dan lebih mampu memprediksikan masa
depan. Manajemen diri merupakan aplikasi terbaru dari pandangan behavioral dalam bekerja,
yaitu membantu karyawan agar mampu mengontrol kegiatan kerjanya. Pengelolaan Diri
merupakan teknik yang berasal dari pendekatan behavioral.
Menurut Hartono dan Boy (Asrianti, 2016), menyatakan bahwa pendekatan behavioral
selalu berusaha untuk mencoba mengubah tingkah laku manusia secara langsung dan
ditunjukkan dengan cara-cara yang akan digunakan. Pada dasarnya, pendekatan behavioral
beranggapan bahwa dengan mengajarkan perilaku baru pada manusia, maka kesulitan yang
dihadapi akan dapat dihilangkan.
Berdasarkan beberapa pengertian dari para ahli diatas, penulis menyimpulkan bahwa
pengelolaan diri adalah sebuah proses yang dilakukan dan dialami karyawan untuk membentuk
dirinya menjadi pribadi yang lebih relevansi dengan bidangnya dan mampu memberikan output
yang positif dari perilakunya dalam bekerja maupun dalam lingkup diluar kerja.
Menurut Komalasari (2016) pengelolaan diri (self management) terdiri dari beberapa
dimensi sebagaimana berikut:
- Tujuan. Agar individu secara teliti dapat menempatkan diri dalam situasi-situasi yang
menghambat tingkah laku yang mereka hendak hilangkan dan belajar untuk mencegah
timbulnya perilaku atau masalah yang tidak dikehendaki. Dalam arti individu dapat
mengelola pikiran, perasaan dan perbuatan mereka sehingga mendorong pada pengindraan
terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan hal-hal yang baik dan benar. - Asumsi. Dasar perubahan tingkah laku yang didasarkan pada kemauan, kesadaran dan
kemampuan individu sendiri akan lebih tahan lama, karena individu menganggap bahwa
keberhasilan tersebut bukan terjadi atas usahanya sendiri dan ada campur tangan orang
lain yang berupa stimulus lingkungan, tetapi usaha diri sendirilah yang lebih berpengaruh. - Relevansi. Pada dasarya self management merupakan salah satu penerapan teori
modifikasi perilaku gabungan behavioristik dan kognitif sosial. Ada beberapa teknik yang
dapat digunakan pada beberapa masalah terkait dengan diri sendiri dimana tingkah laku
dapat dirubah berdasarkan kemauan sendiri. Self management dapat digunakan untuk
meningkatkan prestasi belajar, mengontrol berat badan, mengurangi kebiasaan merokok,
kebiasaan belajar yang buruk, kecemasan, dan mengurangi kebiasaan berkata jorok. - Prinsip
a. Self regulation, individu cenderung menjadi waspada ketika perilaku mereka
mendatangkan konsekuensi yang tidak diharapkan.
b. Self control, individu tetap memiliki komitmen dan menjalankan program perubahan
perilaku meskipun disalah satu sisi individu mengalami konsekuensi yang tidak
mengenakan bagi dirinya
c. Self attibution, individu percaya bahwa dirinya bertanggungjawab atas terjadinya
sesuatu dan yakin kesuksesan yang diraih karena kemampuan personalnya. - Manfaat
a. Membantu individu untuk dapat mengelola diri baik pikiran, perasaan dan perbuatan
sehingga dapat berkembang secara optimal.
b. Dengan melibatkan individu secara aktif maka akan menimbulkan perasaan bebas dari
kontrol orang lain.
c. Dengan meletakkan tanggung jawab perubahan sepenuhnya kepada individu maka dia
akan menganggap bahwa perubahan yang terjadi karena usahanya sendiri dan lebih
tahan lama.
d. Individu dapat semakin mampu untuk menjalani hidup yang diarahkan sendiri dan
tidak tergantung lagi pada orang lain untuk berurusan dengan masalah mereka.
Comments
Post a Comment