Penilaian Kinerja

 


Penilaian kinerja menjadi salah satu alat yang baik dan dapat dipercaya
yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk dapat mengontrol karyawan dan
mempengaruhi produktifitas kerja. (Huber, 2015) menyatakan bahwa penilaian
kinerja (performance appraisal) merupakan proses untuk melakukan evaluasi
terhadap hasil dari pekerjaan orang lain. Penilaian kinerja dilakukan secara
efektif dan efisien untuk memberikan arahan perilaku dari karyawan dalam
melakukan pekerjaan agar menghasilan kualitas jasa pelayanan yang baik
sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penilaian kinerja
perawat adalah sebuah proses dimana pencapaian kinerja individu atau
kelompok diukur dan di evaluasi serta dibandingkan dengan standar yang telah
ditentukan (Ellis, J. R.; & Hartley, 2012). Proses penilaian kinerja perawat
sebaiknya dilakukan secara efektif dalam mengarahkan perilaku pegawai dalam
rangka menghasilkan jasa keperawatan yang mempunyai kualitas yang baik
(Depkes RI, 2002).
Pada penilaian kinerja individu perawat Berdasarkan Kepmenkes No.
625 Tahun 2010, dilakukan berdasarkan dua faktor utama yang dinilai yaitu
kinerja hasil dan kinerja perilaku kerja, yaitu:

  1. Kinerja hasil dibagi lagi menjadi dua komponen penilaian kinerja yaitu
    kinerja perawat berdasarkan kuantitas dan kualitas. Kinerja perawat secara
    kuantitas diukur dengan cara melihat rata-rata jumlah pasien rawat inap
    yang dilayani selama satu bulan pada setiap perawat. Data pasien diperoleh
    dari buku catatan administrasi ruangan tentang jumlah pasien setiap hari dan
    dicatatan buku perawatan pasien setiap hari, kemudian dihitung jumlah
    pasien yang dirawat pada setiap perawat dan dijumlahkan setiap bulan.
    Sedangkan kinerja perawat secara kualitas diukur dengan empat point
    pengukuran yaitu kelengkapan dokumentasi keperawatan, penerapan
    International Patient Safety Goals (IPSG), laporan insiden kejadian tidak
    diharapkan dan kepuasan pelanggan. Target yang harus dicapai oleh
    perawat pelaksana untuk setiap komponen sesuai dengan jumlah target
    setiap komponen. Target tersebut harus dicapai karena apabila tidak
    dilakukan akan mengurangi poin yang diperoleh pada hasil kinerja.
    Pencatatan hasil kerja kualitas dicantumkan dalam cacatan perawat perbulan
    kemudian di hitung total dan rata-ratanya.
  2. Penilaian kinerja perilaku kerja perawat dinilai berdasarkan 5 komponen
    yaitu orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin dan kerja sama
    dimana setiap masing-masing komponen mempunyai cara penilaian
    tersendiri (Kepmenkes, 2010).

Comments

Popular Posts