Person-Organization Fit

 Chatman (1989) dalam Ardiansyah & Wulansari (2018) mengartikan personorganization fit sebagai sesuainya nilai-nilai dan norma organisasi dengan nilai dan

norma yang dimiliki karyawan. Sementara pendapat lain menyatakan bahwa
person-organization fit merupakan hasil kecocokan antara karakteristik individu
karyawan dengan organisasinya. pendapat lain mengenai person-organization fit
dinyatakan oleh Sekiguchi (2004) dalam Sugianto (2012) dimana personorganization fit menekankan sejauh mana seseorang dan organisasi memiliki
kesamaan karakteristik dalam pemenuhan kebutuhannya masing-masing.
Bahkan secara luas, Santos (2015) dalam Ardiansyah & Wulansari (2018)
menyatakan bahwa kesesuaian organisasi-individu dianggap sebagai sesuainya
seorang karyawan dan organisasi yang menaunginya. Cara yang bisa dilakukan
adalah salah satunya dengan terdapatnya kesesuainan antara karakteristik karyawan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam organisasi. Lebih jauh Cable dan Judge
(1995) dalam Ardiansyah & Wulansari (2018) menyatakan bahwa berdasarkan
empirical theory kesesuaian individu dan organisasi akan semakin baik apabila
kebutuhan, nilai, dan ketertarikan antar keduanya saling berhubungan. Saling
berhubungan disini maksudnya adalah terjadi kecocokan nilai antara individu
dengan organisasinya.
Menurut Kristof (2001) dalam Pramesti (2019) ada 4 indikator dalam personorganization fit, antara lain:

Comments

Popular Posts