Teori Dua Faktor


Menurut Robbins (2015) teori dua faktor (two factor theory) atau juga sering
disebut teori motivasi murni (motivation hygiene theory) merupakan sebuah teori
yang menghubungkan antara faktor intrinsik dengan kepuasan kerja dan
menghubungkan faktor ekstrinsik dengan ketidak puasan kerja.
Menurut Gibson dkk (2010), Hertzberg menyimpulkan terdapat dua
kesimpulan dari studinya yaitu terdapat kondisi ekstrinsik dan instrinsik.
a) Kondisi ekstrinsik disebut juga ketidak puasan atau faktor higieni yang
meliputi upah, keamanan kerja, kondisi kerja, status, prosedur perusahaan,
mutu penyelia, dan hubungan antara rekan kerja dan atasan dengan
bawahannya. Adanya kondisi tersebut tidak selalu membuat karyawan
termotivasi. Akan tetapi ketidak beradaannya menyebabkan ketidak
puasan.
b) Sedangkan faktor intrinsik disebut juga motivator yang meliputi kondisi
intrinsik, meliputi pencapaian prestasi, kemajuan, pengakuan, pekerjaan
itu sendiri, tanggung jawab, kemungkinan untuk berkembang. Dengan
adanya kondisi ini maka akan menghasilkan prestasi kerja yang baik.
Menurut Luthans (2006) hertzberg menamai karyawan yang puas dengan
motivator, sedangkan karyawan yang tidak puas dengan sebutan hegienis.
a) Faktor higienis / ekstrinsik

  1. Kebijakan perusahaan
  2. Pengawasan
  3. Gaji
  4. Hubungan interpersonal
  5. Kondisi kerja
    b) Motivator / intrinsik
  6. Prestasi
  7. Pengharapan
  8. Pekerjaan itu sendiri
  9. Tanggung jawab
  10. Kemajuan

Comments

Popular Posts