Teori kontingensi
Model fiedler mengembangkan model kontingensi yang komprehensif
pertama kali bagi kepemimpinan. Model kontingensi Fiedler menyatakan bahwa
kinerja kerlompok yang efektif bergantung pada kecocokan yang tepat diantara
gaya pemimpin dan seberapa besar situasi memberikan kendali pada pemimpin.
Mengidentifikasi gaya kepemimpinan Fiedler meyakini sebuah faktor kunci
dalam keberhasilan seorang pemimpin adala gaya kepemimpinan dasar individu.
Yaitu dengan menciptakan kuesioner rekan kerja yang paling tidak disukai (least
preferred co-worker [LPC] questionnaire) dengan mengukur apakah seseorang
lebih berorientasi pada hubungan atau pada tugas. Teori kontingensi lainnya
adalah teori kepemimpinan situasional [SLT] yaitu teori kontingensi yang
menitikberatkan pada kesiapan dari karyawannya. Jika para karyawan tidak
mampu dan tidak bersedia untuk mengerjakan tugasnya maka seorang pemimpin
harus menjelaskan dan memberikan pengarahan secara spesifik; jika mereka tidak
mampu tetapi bersedia, maka seorang pemimpin harus memperlihatkan tugas
yang tinggi untuk mengkompensasikan kekurangan kemampuan daripada
pengikutnya serta orientasi hubungan yang tinggi akan membawa karyawan untuk
masuk kedalam apa yang pemimpin inginkan
Comments
Post a Comment