Balanced Scorecard Concept

 


Dari sejarahnya balanced scorecard yang ditulis oleh Kaplan & Norton
(2004) pada mulanya dikembangkan untuk menyelesaikan masalah yang terkait
dengan pengukuran keuangan di akuntansi. Dalam perkembangannya kemudian
balanced scorecard dibuat untuk menjadi salah satu alat pengukuran kinerja atau
performance management dengan membagi pengukuran menjadi 4 (empat)
perspectives besar yang saling terkait, yaitu financial perspectives, customer
perspectives, internal process, learning & growth perspectives. Dalam
perkembangan implementasi balanced scorecard ini Parmenter (2007) kemudian
menambah perspectives pengukuran menjadi 6 (enam) yaitu :

  • Financial : yaitu penggunaan aset dan optimalisasi penggunaan modal
    kerja
  • Customer : yaitu dengan ukuran untuk meningkatkan kepuasan
    pelanggan, dan target diarahkan kepada pelanggan yang
    menyumbangkan keuntungan terbesar.
  • Environment / community : yaitu untuk mendukung bisnis perusahaan
    harus memiliki hubungan atau keterkaitan dengan masyarakat
    setempat
  • Internal : yaitu proses internal seperti pengukuran atas pengiriman
    barang dilakukan secara benar dan tepat waktu, pemakaian teknologi
    yang tepat guna
  • Employee satisfaction : yaitu pengukuran atas budaya perusahaan yang
    positif yang dapat menahan karyawan yang berkualitas baik untuk
    setia dan memberikan citra baik bagi perusahaan dan karyawan itu
    sendiri
  • Learning & Growth : yaitu pemberdayaan sumber daya manusia
    dengan meningkatkan keahlian dan daya adaptasinya kepada
    perubahan.
    Dikatakan bahwa penambahan environment & community perspectives
    serta employee satisfaction, adalah untuk memberi penekanan lebih kepada
    pengukuran karena keberlanjutan usaha organisasi tidak dapat terlepas dari
    lingkungan internal hubungan antar karyawan dan suasana kerja serta lingkungan
    eksternal lingkungan dan masyarakat dimana organisasi tersebut bekerja.

Comments

Popular Posts