Dimensi Keadilan Organisasional

 


Keadilan organisasional dikonseptualisasikan sebagai kombinasi dari
berbagai dimensi. Ada tiga dimensi utama pada keadilan organisasional, yaitu
keadilan distributif, keadilan prosedural, dan keadilan interaksional (Usmani dan
Jamal, 2013:354).

  1. Keadilan Distributif
    Keadilan distributif menurut Niehoff dan Moorman (1993:531) adalah
    persepsi mengenai sejauh mana imbalan (rewards) dialokasikan secara adil
    oleh organisasi.Menurut Ivancevich et. al., (2009:161), keadilan distributif
    didefinisikan sebagai keadilan yang dipersepsikan mengenai bagaimana
    sumber daya dan penghargaan didistribusikan diseluruh organisasi. Jadi dapat
    disimpulkan bahwa keadilan distributif yaitu persepsi karyawan tentang
    keadilan mereka dapatkan dari organisasi telah sesuai dengan apa yang
    mereka lakukan pada organisasi. Contoh dari keadilan distributif yaitu, gaji,
    pengakuan, bonus, rewards, dan lain-lain.
  2. Keadilan Prosedural
    Keadilan prosedural menurut Niehoff dan Moorman (1993:531), adalah
    persepsi yang dipengaruhi oleh sejauh mana alokasi keputusan yang dirasakan
    karyawan telah dibuat sesuai dengan metode dan pedoman yang adil.Menurut
    Robbins dan Judge (2008:250), keadilan prosedural didefinisikan sebagai
    keadilan yang dirasakan oleh karyawan mengenai proses yang digunakan
    untuk menentukan distribusi penghargaan-penghargaan. Terdapat dua elemen
    penting dalam keadilan prosedural, yaitu pengendalian proses dan penjelasan
    dari pimpinan.
    Menurut Ivancevich et. al., (2009:161), keadilan prosedural didefinisikan
    sebagai pertimbangan yang dibuat oleh karyawan mengenai keadilan yang
    dipersepsikan mengenai proses yang digunakan oleh organisasi untuk
    menentukan keputusan, seperti siapa yang menerima promosi, berapa
    kenaikan gaji yang akan diberikan, dan bagaimana pembayaran bonus akan
    dialokasikan.

Comments

Popular Posts