Dimensi Kepuasan Kerja

 


Kepuasan kerja akan mendorong karyawan untuk berprestasi lebih
baik. Prestasi yang lebih baik akan menimbulkan imbalan ekonomi dan
psikologi yang lebih tinggi. Apabila imbalan tersebut dipandang pantas
dan adil maka timbul kepuasan yang lebih besar karena karyawan
merasa bahwa mereka menerima imbalan sesuai dengan prestasinya.
Sebaliknya apabila imbalan dipandang tidak sesuai dengan tingkat
prestasi maka cenderung timbul ketidakpastian. Kepuasan kerja
tergantung kesesuaian atau keseimbangan antara yang diharapkan
dengan kenyataan. Ada lima faktor penentu kepuasan kerja yang disebut
dengan job descriptive index (JDI) menurut Gibson et al (2009) yaitu :

  1. Pekerjaan itu sendiri
    Tingkat dimana sebuah pekerjaan menyediakan tugas yang
    menyenangkan, kesempatan belajar dan kesempatan untuk
    mendapatkan tanggung jawab. Hal ini menjadi sumber mayoritas
    kepuasan kerja.
  2. Gaji
    Kepuasan kerja merupakan fungsi dari jumlah absolute dari gaji
    yang di terima, derajat sejauh mana gaji memenuhi harapan tenga
    kerja dan bagaimana gai diberikan. Upah dan gaji diakui merupakan
    faktor yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Dengan
    menggunakan teori keadilan orang menerima gaji yang
    dipersepsikan sebagai terlalu kecil atau terlalu besar mengalami
    distress (ketidakpuasan), yang penting ialah sejauh mana gaji yang
    diterima dirasakan adil. Jika gaji dipresepsikan adil akan didasarkan
    pada tuntutan pekerjaan, tingkat keterampilan individu dan standar
    gaji yang berlaku serta perbedaan tingkat pendidikan maka akan ada
    kepuasan kerja.
  3. Kesempatan dan Promosi
    Karyawan memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan
    pengembangan kerja, serta terbukanya kesempatan untuk kenaikan jabatan.
  4. Supervisor
    Kemampuan supervisor untuk menyediakan bantuan teknis dan
    perilaku dukungan. Hubungan fungsional dan hubungan keseluruhan yang
    positif memberikan tingkat kepuasan kerja yang paling besar dengan atasan.
    Hubungan fungsional mencerminkan sejauh mana atasan membantu tenaga
    kerja untuk memuaskan nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja.
    Hubungan keseluruhan didasarkan pada ketertarikan pribadi yang
    mencerminkan sikap dasar dan nilai yang serupa. Tingkat kepuasan kerja
    yang paling besar dengan atasan adalah jika keduanya memiliki hubungan
    positif.
  5. Rekan Kerja
    Kebutuhan dasar manusia untuk melakukan hubungan sosial akan
    terpenuhi dengan adanya kerja yang mendukung karyawan. Jika ada
    karyawan yang mempunyai konflik dengan sesama rekan kerja mereka,
    maka akan berpengaruh pada tingkat kepuasan kerja karyawan tersebut.
    Kepuasan kerja karyawan banyak dipengaruhi oleh sikap pimpinan dalam
    kepemimpinan. Kepemimpinan berpartisipasi memberikan kepuasan kerja
    bagi karyawan. Kepuasan kerja karyawan juga merupakan kunci pendorong
    moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja karyawan dalam mendukung
    terwujudnya tujuan perusahaan.

Comments

Popular Posts