Dimensi Komitmen Organisasional
Allen dan Meyer (2002:38) mengemukakan tiga komponen atau dimensi
dari komitmen organisasional yaitu:
- Affective Commitment terjadi apabila karyawan ingin menjadi bagian dari
organisasi karena adanya ikatan emotional (emotional attachment).
Keberadaan karyawan dalam perusahaan sangat tergantung dengan kesesuaian
antara tujuan organisasi dan prinsip-prinsip hidup karyawan. Apabila terjadi
perubahan tujuan organisasi kemungkinan akan berdampak pada karyawan,
dikarenakan karyawan akan mencoba mencari kesesuaian prinsip dalam
dirinya dengan tujuan organisasi tersebut. Kalau tetap terjadi kesesuaian maka
keinginan untuk terus bekerja dalam perusahaan tetap ada, tetapi apabila
terjadi ketidak sesuaian kemungkinan karyawan akan berpikir untuk mencari
alternatif pekerjaan lain. - Continuance Commitment, muncul apabila karyawan tetap bertahan pada
suatu organisasi karena membutuhkan gaji dan keuntungan-keuntungan lain,
atau karena karyawan tersebut tidak menemukan pekerjaan lain. Dengan kata
lain karena dia membutuhkan. Namun dalam perkembangannya tingkat
continuance Commitment berhubungan dengan ketersediaan pilihan pekerjaan
pada orang lain. Tingginya keinginan untuk meninggalkan pekerjaannya
menggambarkan rendahnya tingkat continuance Commitment. - Normative Commitment, timbul dari nilai-nilai diri karyawan. Karyawan
bertahan menjadi anggota organisasi karena ada kesadaran bahwa komitmen
terhadap organisasi merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan. Jadi
karena dia merasa berkewajiban sehingga jika dia meninggalkan perusahaan
dianggap bertentangan dengan pendapat umum
Comments
Post a Comment