Faktor yang mempengaruhi Komitmen Organisasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen dalam berorganisasi
karakteristik pribadi individu, karakteristik organisasi, dan pengalaman selama
berorganisasi (Allen dan Meyer, 2003:29). Aspek-aspek yang termasuk ke dalam
karakteristik organisasi adalah struktur organisasi, desain kebijaksanaan dalam
organisasi, dan bagaimana kebijaksanaan organisasi tersebut disosialisasikan.
Karakteristik pribadi terbagi ke dalam dua variabel, yaitu variabel demografis; dan
variabel disposisional. Variabel demografis mencakup gender, usia, status
pernikahan, tingkat pendidikan, dan lamanya seseorang bekerja pada suatu
organisasi. Dalam beberapa penelitian ditemukan adanya hubungan antara
variabel demografis tersebut dan komitmen berorganisasi, namun ada pula
beberapa penelitian yang menyatakan bahwa hubungan tersebut tidak terlalu kuat
(Parker et. al., 1997: 33).
Variabel disposisional mencakup kepribadian dan nilai yang dimiliki
anggota organisasi (Allen dan Meyer, 2003:30). Hal-hal lain yang tercakup ke
dalam variabel disposisional ini adalah kebutuhan untuk berprestasi dan etos kerja
yang baik. Selain itu kebutuhan untuk berafiliasi dan persepsi individu mengenai
kompetensinya sendiri juga tercakup ke dalam variabel ini. Variabel disposisional
ini memiliki hubungan yang lebih kuat dengan komitmen berorganisasi, karena
adanya perbedaan pengalaman masing-masing anggota dalam organisasi tersebut
(Allen dan Meyer, 2003:30).
Sedangkan pengalaman berorganisasi tercakup ke dalam kepuasan dan
motivasi anggota organisasi selama berada dalam organisasi, perannya dalam
organisasi tersebut, dan hubungan antara anggota organisasi dengan supervisor
atau pemimpinnya (Allen dan Meyer, 2003:30).
Komitmen karyawan pada organisasi tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui
proses yang cukup panjang dan bertahap. Komitmen karyawan pada organisasi
juga ditentukan oleh sejumlah faktor. Misalnya, Steers (1985:33) mengidentifikasi
tiga ada faktor yang mempengaruhi komitmen karyawan pada organisasi, yaitu:
- Ciri pribadi pekerja, termasuk masa jabatannya dalam organisasi, dan variasi,
kebutuhan dan keinginan yang berbeda dan tiap karyawan. - Ciri pekerjaan, seperti identitas tugas dan kesempatan berinteraksi dengan
rekan sekerja. - Pengalaman kerja, seperti keterandalan organisasi di masa lampau dan cara
pekerja-pekerja lain mengutarakan dan membicarakan perasaannya mengenai
anisasi.
David (1997:86) mengemukakan empat faktor yang mengaruhi komitmen
karyawan pada organisasi, yaitu: - Faktor personal, misalnya usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengalaman
kerja, kepribadian. - Karakteristik pekerjaan, misalnya lingkup jabatan, tantangan dalam pekerjaan,
konflik peran dalam pekerjaan, tingkat kesulitan dalam pekerjaan. - Karakteristik struktur, misalnya besar/kecihiya organisasi, bentuk organisasi
seperti sentralisasi atau desentralisasi, kehadiran serikat pekerja dan tingkat
pengendalian yang dilakukan organisasi terhadap karyawan. - Pengalaman kerja. Pengalaman kerja karyawan sangat berpengaruh terhadap
tingkat komitmen karyawan pada organisasi. Karyawan yang baru beberapa
tahun bekerja dan karyawan yang sudah puluhan tahun bekerja dalam
organisasi tentu memiliki tingkat komitmen yang berlainan.
Comments
Post a Comment