Gaya Kepemimpinan

 


Kepemimpinan sangat diperlukan bagi suatu organisasi dalam
menentukan kemajuan dan kemunduran organisasi, serta tidak ada
organisasi yang dapat maju tanpa kepemimpinan yang baik (Fuad 2004).
Tanpa kepemimpinan, organisasi hanyalah merupakan kumpulan orangorang yang tidak teratur dan kacau balau. Kepemimpinan akan merubah
sesuatu yang potensial menjadi kenyataan. Dengan demikian keberadaan
kepemimpinan dalam organisasi adalah sangat penting dalam mencapai
tujuan dan kemajuan organisasi. Nor (2007) menyatakan bahwa
kepemimpinan yang efektif harus memberikan pengarahan terhadap usahausaha dalam mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan merupakan unsur
penting di dalam sebuah perusahaan, sebab tanpa adanya kepemimpinan
dari seorang pemimpin maka suatu perusahaan tersebut akan mengalami
kemunduran.
Nimran (2004) mendefinisikan kepemimpinan (leadership) sebagai
suatu proses mempengaruhi perilaku orang lain agar berperilaku seperti
yang dikehendaki. Kemudian Mulyadi dan Rivai (2009) dalam Pariaribo
(2014) menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan proses
mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku
pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki
budaya pengikut, serta proses mengarahkan ke dalam aktivitas-aktivitas
positif yang ada hubungannya dengan pekerjaan dalam organisasi.
Menurut Gitayani dkk (2015) setiap pemimpin pada dasarnya
memiliki perilaku yang berbeda dalam memimpin atau sering disebut
dengan gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang dijalankan oleh
seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain sesuai dengan
keinginannya itu dipengaruhi oleh sifat pemimpin itu sendiri. Pemimpin
dengan gaya kepemimpinan yang baik akan menciptakan motivasi yang
tinggi di dalam diri setiap bawahan, sehingga dengan motivasi tersebut akan
timbul semangat kerja yang dapat meningkatkan kinerja dari bawahan itu.
Menurut Rahim dkk (2016) Gaya kepemimpinan terbagi atas tiga
tiga bagian besar yaitu gaya kepemimpinan otokratis, kepemimpinan
demokratis dan kepemimpinan laizzes-faire. Gaya kepemimpinan otokratis
merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain agar besedia bekerja
sama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara segala
kegiatan yang dilakukan diputuskan oleh pimpinan. Kemudian untuk gaya
kepemimpinan demokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain
agar bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara
berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan
dan bawahan kemudian diputuskan oleh seorang pimpinan. Gaya
kepemimpinan yang terakhir adalah gaya kepemimpinan laizzes-faire
berpandangan bahwa individu-individu tetap perlu dimotivasi oleh
kekuatan dan dorongan internal dan individu-individu cenderung untuk
diberi kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri tentang bagaimana
melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya.

Comments

Popular Posts