Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja
Motivasi kerja yang tinggi yang ada pada diri karyawan merupakan
modal bagi suatu perusahaan untuk dapat mewujudkan kepuasan kerja
yang tinggi pula, hal ini tentunya merupakan harapan yang ingin dicapai
oleh perusahaan. Perusahaan dapat memilih cara memotivasi karyawan
dengan tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan.
Handoko (2002:252) mengatakan bahwa hubungan Motivasi kerja
terhadap kepuasan kerja adalah motivasi kerja yang ada pada diri
seseorang merupakan kekuatan pendorong yang akan mewujudkan suatu
perilaku guna mencapai tujuan kepuasan dirinya.
Rivai (2008) mengatakan bahwa hubungan Motivasi kerja terhadap
kepuasan kerja adalah apabila individu termotivasi, mereka akan membuat
pilihan yang positif untuk melakukan sesuatu, karena dapat memuaskan
keinginan mereka.
Karyawan merupakan pelaku yang menunjang tercapainya tujuan.
Untuk mengembangkan sikap-sikap positif yang akan mengarahkan
karyawan pada pencapaian tujuan perusahaan, maka motivasi kerja harus
ditingkatkan, dalam hal ini baik motivasi eksternal maupun motivasi
internal. Motivasi kerja merupakan dorongan, upaya dan keinginan yang
ada pada diri manusia yang akan mengarahkan perilaku untuk melakukan
tugas atau pekerjaan dengan baik, sedangkan kepuasan merupakan sikap
yang menunjukkan adanya kesesuaian antara harapan dan hasil yang
didapatkan. Jadi Kepuasan kerja karyawan memiliki dampak yang penting
dalam meningkatkan motivasi kerja.Hal ini dapat terlihat nyata dalam
kesesuaian antara harapan seseorang terhadap pekerjaannya dengan apa
yang di dapatkan dari pekerjaan itu sendiri.
Comments
Post a Comment