Hubungan Keadilan Distributif Dengan Kepuasan Kerja Karyawan

 


Keadilan distributif merupakan prediktor yang lebih kuat bagi kepuasan
kerja dibanding prosedural. Keadilan distributif merupakan prediktor penting bagi
perilaku personal karyawan, misalnya kepuasan kerja (McFarlin dan Sweeney,
1992). Hal yang sama dikemukakan oleh Cohen-Carash dan Spector (2001) yang
menyatakan bahwa keadilan distributif merupakan prediktor yang paling kuat bagi
kepuasan kerja dibanding prosedural dan interaksional.
Jadi dengan adanya keadilan distributif yang diterapkan perusahaan dalam
memberikan penilaian atau imbalan harus sesuai dengan tingkat kinerja masingmasing individu dalam suatu kelompok, maka hal tersebut dapat memberikan
kepuasan kerja karyawan akan hasil yang diperoleh dan dirasa adil.
Keadilan distributif memliliki pengaruh terhadap kepuasan kerja baik secara
langsung ataupun tidak langsung. Hal ini dapat diketahui dari adanya penelitian
terhadulu yang membahas mengenai kedua variabel ini dengan hasil bahwa terdapat
pengaruh antara variabel keadilan distributif terhadap kepuasan kerja. Hal ini dapat
diartikan bahwa apabila semakin tinggi keadilan distributif yang dirasakan oleh
karyawan, maka kepuasan kerja karyawan akan tinggi.

Comments

Popular Posts