Hubungan Keadilan Prosedural Dengan Kepuasan Kerja

 


Individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya keadilan
prosedural manakala aturan prosedural yang ada dalam organisasi dipenuhi oleh
para pengambil kebijakan. Sebaliknya apabila prosedur dalam organisasi itu
dilanggar maka individu akan mempresepsikan adanya ketidakadilan. Karenanya
keputusan harus dibuat secara konsisten tanpa adanya bias-bias pribadi dengan
melibatkan sebanyak mungkin informasi yang akurat, dengan kepentingankepentingan individu yang terpengaruh terwakili dengan cara-cara yang sesuai
dengan nilai-nilai etis mereka, dan dengan suatu hasil yang dapat dimodifikasi.
Anggota organisasi akan merasa dihargai apabila prosedur yang ditanamkan
memperlakukan mereka dengan hormat dan adil, membuat lebih mudah diterima
meskipun mereka tidak menyukai hasil dari keputusan itu sendiri, ini merupakan
salah satu faktor terpenting didalam kerja saat ini dan akan berdampak pada
kepuasan kerja karyawan. Puas atau tidaknya karyawan dengan sistem yang ada
pada perusahaan ditentukan oleh presepsi mereka tentang keadilan prosedural
(Greenberg, 1990). Dengan adanya keadilan prosedural dalam hal ini akan
memberikan rasa keadilan kepada karyawan terkait dengan keputusan-keputusan
yang diambil oleh perusahaan baik dalam pengalokasian sumberdaya manusia yang
sesuai atau imbalan yang akan diperoleh karyawan, maka hal tersebut dapat
memunculkan kepuasan kerja karyawan.

Comments

Popular Posts