Indikator Organizational Citizenship Behavior (OCB)

 


Menurut Luthans (2011:149) mengemukakan ada lima Indikator yang memiliki
kontribusi dalam perilaku Organizational Citizenship Behavior, yaitu:

  1. Altruism, yaitu perilaku yang dilakukan oleh individu secara sukarela dalam
    perannya sebagai seorang karyawan yang lebih mementingkan kepentingan orang
    lain daripada kepentingan diri sendiri. Misalnya, karyawan membantu pekerjaan
    rekan kerja lainnya yang sedang tidak enak badan. Disamping itu tujuan karyawan
    untuk meringankan beban kerja rekan kerjanya, hal ini juga akan membantu
    organisasi dalam pencapaian target tepat waktu dan bagi karyawan berguna sebagai
    latihan meningkatkan ukuran kinerja.
  2. Civic Virtue, yaitu perilaku yang dilakukan oleh individu secara sukarela dalam
    peranannya sebagai karyawan untuk berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam
    mengatasi masalah-masalah organisasi demi kelangsungan organisasi. Misalnya,
    ketika adanya ancaman pesaing baru dalam bisnis, karyawan ikut berkontribusi
    dalam memberikan ide-ide terhadap penyelesaian masalah tersebut.
  3. Sportmanship, yaitu perilaku yang dilakukan oleh individu secara sukarela dalam
    peranannya sebagai karyawan berupa toleransi untuk bertahan dalam suatu kondisi
    yang kurang nyaman atau tidak menyenangkan tanpa mengeluh sedikitpun.
    Misalnya demi mempertahankan kelangsungan hidup organisasi, terjadi perubahan
    aturan dalam organisasi yang tidak sesuai dengan ekspektasi karyawan, karyawan
    harus bisa menerima kondisi tersebut dan tetap bersikap positif.
  4. Conscientiousness, yaitu perilaku yang dilakukan oleh individu secara sukarela
    dalam peranannya sebagai karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dengan
    berbagai cara, bahkan ketika harus membutuhkan kreativitas dan inovasi demi
    peningkatan organisasi. Misalnya, memiliki inisiatif untuk meningkatkan
    kompetensinya, baik dengan cara melakukan training ataupun mengikuti seminarseminar yang ada secara sukarela
  5. Courtesy, yaitu perilaku yang dilakukan oleh individu secara sukarela dalam
    peranannya sebagai karyawan untuk mencegah terjadinya permasalahan dalam
    organisasi baik karena adanya provokasi dari luar organisasi maupun dari individu
    didalam organisasi. Misalnya, memberikan peringatan kepada rekan kerja maupun
    organisasi untuk selalu berhati-hati dalam menanggapi isu-isu yang berdampak
    negatif bagi organisasi, dan selalu berusaha memberikan informasi yang benar bagi
    organisasi

Comments

Popular Posts