Keadilan Interaksional
Keadilan interaksional adalah perlakuan interpersonal yang diterima
oleh individu. Keadilan interaksional ini menggambarkan aspek kesopanan,
kepedulian dan kejujuran. Keadilan interaksional terdiri dari dua tipe
perlakuan interpersonal. Tipe pertama adalah keadilan interpersonal
(interpersonal justice) yang merefleksikan drajat dimana individu
diperlakukan secara sopan, bermartabat dan penuh penghargaan oleh otoritas
di dalam pelaksanaan suatu prosedur. Tipe kedua adalah keadilan
informasional (informational justice), difokuskan atas pemberian informasi
kepada orang-orang mengapa suatu prosedur digunakan dengan cara yang
jelas atau mengapa outcome didistribusikan dengan suatu cara tertentu.
Menurut Tyler dalam Faturochman (2012) menyebutkan ada tiga hal
penting yang patut diperhatikan dalam membahas keadilan interaksional,
ketiga aspek tersebut ialah :
- Penghargaan, khususnya penghargaan kepada status seseorang, tercemin
dalam perlakuan, khususnya dari orang yang berkuasa terhadap anggota
kelompoknya. Makin baik kualitas perlakuan penguasa terhadap
anggotanya maka interaksinya dinilai makin adil (Donovan et al, 1989). - Netralitas, Konsep tentang netralitas berkembang dari keterlibatan pihak
ketiga ketika ada masalah hubungan sosial antara satu pihak dengan pihak
yang lain. Netralitas dapat tercapai bila dasar-dasar dalam pengambilan
keputusan, misalnya, menggunakan fakta dan bukan opini, yang
objektif dan validitasnya tinggi - Kepercayaan, Aspek keadilan interaksional yang banyak dikaji adalah
kepercayaan. Kepercayaan sering didefinisikan sebagai harapan pihak
lain dalam melakukan hubungan sosial, yang didalamnya mencakup
resiko yang berkaitan dengan harapan tersebut.
Comments
Post a Comment