Keadilan Organisasi

 


Menurut (Robbins & Judge, 2014) keadilan organisasi didefinisikan
sebagai persepsi keseluruhan dari apa yang adil ditempat kerja, terdiri dari
atas keadilan distributif, keadilan prosedural, keadilan informasional dan
keadilan interpersonal. Karyawan memandang organisasi mereka hanya
ketika mereka percaya hasil yang mereka terima, cara di mana hasil yang
diterima adil. Kunci utama dari elemen keadilan organisasi adalah persepsi
individu tentang keadilan. Persepsi merupakan suatu proses dimana
individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan sensori mereka
untuk memberi arti bagi lingkungan mereka.
Menurut (Kinicki & Fugate, 2012) keadilan organisasional
mencerminkan sejauh mana karyawan melihat bagaimana mereka
diperlakukan secara adil di tempat kerja. Dapat identifikasi dari tiga
komponen yang berbeda dari keadilan organisasi antara lain keadilan
distibutif, keadilan prosedural dan keadilan interaksional.
Menurut (Ivancevich & et al, 2014), keadilan organisasi merupakan
penelitian ilmu organisasi yang berfokus pada persepsi dan penilaian oleh
karyawan mengenai kewajaran prosedur dasar dan keputusan organisasi
mereka. Inti keadilan adalah bahwa karyawan membandingkan usaha dan
penghargaan yang mereka terima dengan orang lain dalam situasi kerja
yang serupa. Empat istilah penting dalam teori ini adalah :

  1. Orang (Person), Individu kepada siapa keadilan dan ketidakadilan
    dipersepsikan.
  2. Perbandingan dengan orang lain (Comparision other), Setiap
    kelompok atau orang yang digunakan oleh seseorang sebagai referensi
    berkenaan dengan rasio input dan hasil.
  3. Input, Karakteristik individu yang dibawa oleh seseorang ke tempat
    kerja. Hal ini mungkin yang dicapai (keterampilan, pengalaman,
    pembelajaran) atau yang diturunkan (jenis kelamis, ras, dll).
  4. Hasil (Output), Apa yang diterima seseorang dari pekerjaan (misalkan
    pengakuan, tunjangan, gaji)

Comments

Popular Posts