Komitmen Organisasi.

 


Menurut (Robbins & Judge, 2014) Komitmen organisasi
didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana seorang karyawan memihak
organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk
mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Komitmen
organisasi merupakan perasaan seorang individu terhadap organisasi
secara keseluruhan atau secara total (Lukman & Adolfina, 2015).
(Sapitri, 2016) menyatakan bahwa komitmen organisasi memiliki tiga
komponen berikut. Pertama, menerima nilai-nilai dan tujuan organisasi.
Kedua, keinginan untuk berusaha keras bagi organisasi. Ketiga, memiliki
hasrat keinginan kuat untuk tetap berada dalam organisasi.
(Allen & Meyer, 1990) dalam (Sapitri, 2016) mengelompokkan tiga
bentuk komitmen organisasi, yaitu:

  1. Komitmen Afektif
    Keterkaitan emosional karyawan, identifikasi dan keterlibatan dalam
    organisasi. Anggota organisasi dengan komitmen afektif yang tinggi
    akan terus menjadi anggota dalam organisasi karena memang memiliki
    keinginannya sendiri.
  2. Komitmen Kelanjutan
    Komitmen individu yang didasarkan pada pertimbangan tentang apa
    yang harus dikorbankan bila meninggalkan organisasi. Dalam hal ini
    individu memutuskan menetap pada suatu organisasi karena
    menganggapnya sebagai suatu suatu pemenuh kebutuhan.
  3. Komitmen Normatif
    Keyakinan individu tentang tanggung jawab terhadap organisasi.
    Individu tetap tinggal pada suatu organisasi karena merasa wajib untuk
    loyal pada organisasi tersebut.
    Menurut (Sopiah, 2008) berpendapat bahwa terdapat beberapa faktor
    yang dapat mempengaruhi komitmen karyawan pada organisasi. Faktor
    faktor tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu:
  4. Faktor personal, misalnya usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan,
    pengalaman kerja dan kepribadian.
  5. Karakteristik pekerjaan, misalnya lingkup jabatan, tantangan dalam
    pekerjaan, konflik peran, tingkat kesulitan dalam pekerjaan.
  6. Karakteristik struktur, misalnya besar kecilnya organisasi, bentuk
    organisasi, kehadiran serikat pekerjan, dan tingkat pengendalian yang
    dilakukan organisasi terhadap karyawan.
  7. Pengalaman kerja, pengalaman kerja seorang karyawan sangat
    berpengaruh terhadap tingkat komitmen karyawan pada organisasi.
    Karyawan yang baru beberapa tahun bekerja dan karyawan yang sudah
    puluhan tahun bekerja dalam organisasi tentu memiliki tingkat
    komitmen yang berlainan

Comments

Popular Posts