Organizational Citizenship Behavior (OCB)
Menurut (Anggraini & Rahardjo, 2016)Organizational Citizenship
Behavior (OCB) adalah kontribusi individu yang melebihi tuntutan peran
di tempat kerja. OCB melibatkan beberapa perilaku meliputi perilaku
menolong orang lain, menjadi volunteer untuk tugas-tugas ekstra, patuh
terhadap aturan-aturan dan prosedur-prosedur di tempat kerja. OCB juga
disebut sebagai perilaku extra role karena perilaku yang diberikan
karyawan melebihi tugas utamanya (Saraswati, 2017). OCB adalah
perilaku yang dilakukan oleh seorang karyawan yang melebihi kewajiban
kerja formal, namun berdampak baik karena mendukung efektivitas
organisasi.
(Robbins & Judge, 2015) mengemukakan bahwa perilaku OCB
sangat penting karena dua alasan. Pertama, ketika individu berperilaku
OCB maka hal tersebut memungkinkan untuk menciptakan kesan positif
tentang karyawan tersebut diantara rekan kerjanya. Kedua, semakin
banyak karyawan yang berperilaku OCB maka akan berpengaruh positif
bagi hasil yang diperoleh organisasi. Perilaku OCB merupakan sebuah
tindakan sukarela yang dilakukan oleh individu meskipun tindakan
tersebut bukan merupakan bagian dari tugasnya sebagai anggota
organisasi, namun atas inisiatif untuk memberikan kontribusi terbaik bagi
organisasi. (Titisari, 2014) mengemukan bahwa perilaku OCB
menggambarkan bagaimana seorang individu memiliki inisiatif yang
tinggi dan sangat peka terhadap keadaan organisasi. Hal ini membuat
organisasi sangat menghargai karyawan yang berperilaku OCB karena
perilaku OCB menunjukkan bagaimana kesungguhan seorang karyawan
dalam mengabdi terhadap organisasinya. Kunci keberhasilan organisasi
terletak pada anggota organisasi, bagaimana anggota tersebut
berkontribusi pada perencanaan dan implementasi tugas-tugas dalam
mencapai tujuan organisasi.
Comments
Post a Comment