Pengertian Organizational Citizenship Behavioral (OCB)

 


Dalam meningkatkan kinerja dalam organisasi faktor yang sangat
mempengaruhi adalah perilaku yang ditunjukkan oleh anggota atau pegawai
organisasi tersebut, dimana perilaku yang diharapkan tidak selalu berkaitan
dengan tugas-tugas yang telah ditetapkan (in-role) namun bukan hanya sebatas
itu saja yakni yang tidak dituliskan pada jod description atau (extra-role)
dalam organisasi mampu memberikan dampak dan kontribusi positif bagi
organisasi.
Perbedaan yang mendasar antara perilaku in-role dengan perilaku
extra-role adalah pada reward. Pada in-role biasanya dihubungkan dengan
reward dan punishmant (hukuman), sedangkan pada ektra-role biasanya
terbebas dari reward, dan perilaku yang dilakukan oleh individu tidak
diorganisir dalam reward yang akan mereka terima (Morrison, 1994).
Kontribusi pekerja “di atas dan lebih dari” deskripsi kerja formal inilah yang
disebut dengan Organizational Citizenship Behavioral (Smith et al., 1983).
Organ (1988) mendefenisikan Organizational Citizenship Behavioral
(OCB) sebagai perilaku individu yang bebas, tidak berkaitan secara langsung
atau eksplisit dengan sistem reward dan bisa meningkatkan fungsi efektifitas
organisasi. Kurang lebih satu dekade kemudian Organ menyadari terdapat
kelemahan dalam defenisinya. Sehingga merevisi defenisi OCB menjadi 
“perilaku yang menunjukkan pemeliharaan dan peningkatan pada pelaksanaan
tugas baik pada konteks sosial maupun psikologis” (Organ, 1997).
Dasar kepribadian untuk OCB merefleksikan ciri/trait predisposisi
karyawan yang kooperatif, suka menolong, perhatian dan bersungguh- sungguh. Sedangkan dasar sikap mengindikasikan bahwa karyawan terlibat
dalam OCB untuk membalas tindakan organisasi (Luthans, 2006). Sehingga
dapat disimpulkan bahwa OCB merupakan perilaku anggota organisasi yang
mencakup faktor kepribadian dan sikap kerja sebagai faktor utama

Comments

Popular Posts