Performance Management
Cokins (2009) menyampaikan bahwa dari sejarahnya performance
management diarahkan untuk mengukur kinerja per individu karyawan yang
digunakan oleh fungsi personalia atau sumber daya manusia di perusahaan. Dalam
perkembangannya hingga kini, performance management sudah diterima secara
umum sebagai konsep enterprise-wide performance management seiring dengan
berkembangnya teknologi informasi yang mendukung pengukuran kinerja secara
terintegrasi dan terstruktur. Definisi sederhana mengenai performance
management adalah eksekusi strategi dengan tindakan yang membawa hasil
seperti yang diharapkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa strategi bagi perusahaan
dapat dibagi menjadi 3 pilihan utama yaitu ;
- Produk atau jasa apa yang diberikan atau tidak berikan ?
- Pasar apa dan jenis pelanggan mana yang dilayani atau tidak dilayani ?
- Bagaimana perusahaan akan menang dalam persaingan dan akan tetap
selalu memenangi persaingan ?
Lebih jauh Cokins (2009) membahas mengenai pengukuran kinerja pada
human capital & workforce management apakah merupakan seni atau ilmu
Pengetahuan. Dalam hal ini disampaikan bahwa terdapat 2 (dua) aliran gaya
manajemen dalam mengelola sumber daya manusia yaitu Newtonian dan
Darwinian. Penganut Newtonian memilih untuk mengelola dengan cara
berorientasi kuantitatif seperti pendekatan operation management dan finance.
Gaya manajemen Newtonian ini menganggap bahwa seluruh kegiatan usaha
adalah seperti ‘mesin besar’ berorientasi kepada pengukuran kinerja yang
diperhitungkan dari faktor pengungkit, pendorong, pengangkat kinerja.
Pendekatan manajemen ini menelaah tentang produktivitas, kekuasaan, efisiensi
dan kontrol pengendalian mengenai karyawan dan karyawan dianggap seperti
mesin yang dapat serta merta diganti seperti halnya robot apabila tidak
menghasilkan seperti yang diharapkan.
Sedangkan pendekatan Darwinian, adalah pendekatan yang lebih lembut
dalam perilaku seperti pendekatan yang dibahas pada change management, ethics,
leadership. Pendekatan Darwinian menganggap bahwa faktor manusia dan
perilaku manusialah yang paling berpengaruh dalam meningkatkan kinerja semua
sumber daya yang ada di organisasi. Pendekatan ini melihat organisasi sebagai
organisma yang hidup dan terus berubah bereaksi terhadap perubahan lingkungan
sekitarnya. Cara pendekatan ini membicarakan kinerja dalam terminologi
evolution, continuous learning, natural response dan adaptasi kepada kondisi
yang terus berubah.
Comments
Post a Comment