Teori Analytical Hierarchy Process (AHP)
Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan dalam menyederhanakan
masalah yang kompleks dan tidak terstruktur, strategik dan dinamik menjadi
bagian- bagian, serta menjadikan variabel dalam suatu tingkatan hirarki. Metode
Analytical Hierarchy Process (AHP) dikembangkan oleh Thomas L. Saaty dan
merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengambilan
keputusan dengan memperhatikan faktor-faktor persepsi, preferensi, pengalaman
dan intuisi. AHP menggabungkan penilaian-penilaian dan nilai-nilai pribadi ke
dalam satu cara yang logis. Masalah yang kompleks terdiri dari lebih dari satu
masalah, struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastian pendapat dari
pengambil keputusan, serta ketidak akuratan data yang tersedia.
Metode ini adalah sebuah kerangka untuk mengambil keputusan dengan
efektif atas persoalan dengan menyederhanakan dan mempercepat proses
pengambilan keputusan dengan memecahkan persoalan tersebut kedalam bagianbagian, menata bagian atau variabel ini dalam suatu susunan hirarki, memberi
nilai numerik dengan pertimbangan subjektif tentang pentingnya tiap variabel dan
mensintesis berbagai pertimbangan ini untuk menetapkan variabel mana yang
memiliki prioritas paling tinggi dan bertindak untuk mempengaruhi hasil pada
situasi tersebut. Metode ini juga menggabungkan kekuatan dari perasaan dan
logika pada berbagai persoalan, lalu mensintesis berbagai pertimbangan yang
beragam menjadi basil yang cocok dengan perkiraan kita secara intuitif
sebagaimana yang dipresentasikan pada pertimbangan yang telah dibuat (Saaty,
1993:34).
Analytical Hierarchy Process (AHP) mempunyai landasan aksiomatik yang
terdiri dari :
- Resiprocal Comparison, yang mengandung arti bahwa matriks
perbandingan berpasangan yang terbentuk harus bersifat berkebalikan.
Misalnya, jika A adalah f kali lebih penting dari pada B maka B adalah 1/f
kali lebih penting dari A. - Homogenity, yaitu mengandung arti kesamaan dalam melakukan
perbandingan. Misalnya, tidak dimungkinkan membandingkan jeruk
dengan bola tenis dalam hal rasa, akan tetapi lebih relevan jika
membandingkan dalam hal berat. - Dependence, yang berarti setiap level mempunyai kaitan (complete
hierarchy) walaupun mungkin saja terjadi hubungan yang tidak sempurna
(incomplete hierarchy). - Expectation, yang berarti menonjolkon penilaian yang bersifat ekspektasi
dan preferensi dalam pengambilan keputusan. Penilaian dapat merupakan
data kuantitatif maupun yang bersifat kualitatif
Comments
Post a Comment