Teori Atribusi
Menurut (Weiner, 1979) sebagai pencetus teori atribusi, teori atribusi
merupakan teori yang menjelaskan tentang perilaku seseorang. Teori
atribusi menjelaskan mengenai proses bagaimana kita menentukan
penyebab dan motif tentang perilaku seseorang. Teori ini mengacu tentang
bagaimana seseorang menjelaskan penyebab perilaku orang lain atau
dirinya sendiri yang akan ditentukan apakah dari internal misalnya sifat,
karakter, sikap, dll ataupun eksternal misalnya tekanan situasi atau
keadaan tertentu yang akan memberikan pengaruh terhadap perilaku
individu (Luthans F. , 2010).
Teori atribusi menjelaskan tentang pemahaman akan reaksi seseorang
terhadap peristiwa di sekitar mereka, dengan mengetahui alasan-alasan
mereka atas kejadian yang dialami. Teori atribusi dijelaskan bahwa
terdapat perilaku yang berhubungan dengan sikap dan karakteristik
individu, maka dapat dikatakan bahwa hanya melihat perilakunya akan
dapat diketahui sikap atau karakteristik orang tersebut serta dapat juga
memprediksi perilaku seseorang dalam menghadapi situasi tertentu.
Penelitian ini menggunakan teori atribusi karena diharapkan dapat
membantu dalam menangani masalah yang terkait dengan OCB, karena di
dalam teori atribusi sendiri mempelajari tentang perilaku seseorang. Perilaku yang ditimbulkan seseorang tidak sama antara satu dengan
lainnya dan membutuhkan penanganan yang berbeda dalam setiap
kejadiannya. Dengan adanya teori atribusi sangat membantu dalam proses
peningkatan OCB karena teori ini melihat hubungan antara perilaku
dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling memengaruhi, begitu
juga dengan komitmen organisasi yang merupakan bentuk tindakan
seorang karyawan dalam memihak organisasi, dan bagaimana budaya dan
keadilan organisasi yang diterapkan dapat mempengaruhi tindakan
karyawan. Ketika OCB yang dihasilkan tinggi serta budaya dan keadilan
organisasi yang diterapkan oleh perusahaan sudah baik maka akan
memberikan keuntungan terhadap organisasi dengan tingkat komitmen
organisasi yang semakin meningkat, maka karyawan akan merasa
memiliki kewajiban untuk berkontribusi dan peduli akan kesejahteraan
organisasi serta membantu dalam pencapaian tujuan organisasi tersebut.
Comments
Post a Comment