Teori Kepuasan Kerja

 


Teori kepuasan kerja yang dikemukakan oleh Wexley dan Yukl menjelaskan orientasi umum terhadap kepuasan kerja dengan
mencari landasan proses perasaan seseorang terhadap kepuasan kerja dan
menggambarkan proses yang menentukan kepuasan kerja.
1) Teori Kesenjangan (Discrepancy Theory)
Teori ini dikembangkan oleh Porter yang menjelaskan bahwa kepuasan
kerja dipengaruhi oleh harapan pekerja sebagai akibat dari perbandingan
antara harapan dengan apa yang diterima. Karyawan akan merasa puas
bila kondisi aktual (sesungguhnya) sesuai dengan harapan atau
keinginan. Semakin sesuai antara harapan seseorang dengan kenyataan
yang ia hadapi maka orang tersebut akan semakin puas.
2) Teori Keadilan (Equity Theory)
Teori ini dikembangkan oleh Adam yang mengatakan bahwa karyawan
akan merasa puas terhadap aspek-aspek khusus dari pekerjaan mereka,
misalnya gaji/upah, rekan kerja dan supervisi. Kepuasan karyawan akan
tercapai apabila aspek yang sebenarnya atau sesungguhnya dia terima
sesuai dengan yang seharusnya dia terima.
3) Opponent-Process Theory
Teori ini dikemukakan oleh Landy dalam (Tunjungsari, 2011:7) yang
menekankan pada upaya seseorang dalam mempertahankan
keseimbangan emosionalnya. Kepuasan dipengaruhi penghayatan
emosional terhadap situasi dan kondisi yang dihadapi. Bila situasi dan
kondisi yang dihadapi menimbulkan ketidakstabilan emosi, maka
karyawan tersebut akan merasa tidak puas.

Comments

Popular Posts