Teori-teori Kepemimpinan
Dalam Mulyadi dan Rivai (2009:452) dikemukakan beberapa teori
kepemimpinan, yaitu:
- Teori Sifat,
Teori ini memandang kepemimpinan sebagai suatu kombinasi sifat-sifat
yang tampak dari pemimpin. Asumsi dasar dari teori ini adalah keberhasilan
pemimpin disebabkan karena sifat atau karakteristik, dan kemampuan yang luar
biasa yang dimiliki seorang pemimpin, dan oleh sebab itu seseorang dirasa layak
untuk memimpin. Adapun sifat atau karakteristik, dan kemampuan yang luar biasa
yang dimiliki seorang pemimpin, antara lain:
a. Inteligensia.
Seorang pemimpin memiliki kecerdasan diatas para bawahannya.
Pemimpin dengan kecerdasannya itulah dapat mengatasi masalah yang timbul
dalam organisasi, dengan cepat mengetahui permasalahan apa yang timbul dalam
organisasi, menganalisis setiap permasalahan, dan dapat memberikan solusi yang
efektif, serta dapat diterima semua pihak.
b. Kepribadian.
Seorang pemimpin memiliki kepribadian yang menonjol yang dapat dilihat
dan dirasakan bawahannya, seperti: - Memiliki sifat percaya diri, dan rasa ingin tau yang besar.
- Memiliki daya ingat yang kuat.
- Sederhana, dan dapat berkomunikasi dengan baik kepada semua pihak.
- Mau mendengarkan masukan (ide), dan kritikan dari bawahan.
- Peka terhadap perubahan globalisasi, baik itu perubahan lingkungan,
teknologi, dan prosedur kerja. - Mampu ber adaptasi dengan perubahan-perubahan yang timbul.Berani dan
tegas dalam melaksanakan tugas pokoknya, dan dalam mengambil sikap,
serta mengambil keputusan bagi kepentingan organisasi dan pegawainya. - Mampu menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada dalam organisasi.
c. Karakteristik fisik.
Seorang pemimpin dikatakan layak menjadi pemimpin dengan melihat
karakteristik fisiknya, yaitu: usia, tinggi badan, berat badan, dan penampilan. - Teori perilaku,
Dalam teori ini perilaku pemimpin merupakan sesuatu yang bisa dipelajari.
Jadi seseorang yang dilatih dengan kepemimpinan yang tepat akan meraih
keefektifan dalam memimpin. Teori ini memusatkan perhatiannya pada dua aspek
perilaku kepemimpinan, yaitu: fungsi kepemimpinan, dan gaya kepemimpinan.
Terdapat dua fungsi kepemimpinan, yaitu:
a. Fungsi yang berorientasi tugas.
b. Fungsi yang berorientasi orang atau pemeliharan kelompok (sosial).
Suprayetno dan Brahmasari (2008) menyebutkan beberapa tugas pemimpin
adalah sebagai berikut:
a. Peranan yang bersifat interpersonal. Maskudnya adalah seorang pemimpin
dalam organisasi adalah simbol akan keberadaan organisasi, bertanggung
jawab untuk memotivasi dan mengarahkan bawahannya.
b. Peranan yang bersifat informasional. Maksudnya yaitu seorang pemimpin
dalam organisasi mempunyai peran sebagai pemberi, penerima, dan
penganalisis informasi.
c. Peranan pengambilan keputusan. Maksudnya ialah seorang pemimpin
mempunyai peran sebagai penentu kebijakan yang akan diambil berupa
startegi-strategi untuk mengembangkan inovasi, mengambil peluang atau
kesempatan, dan bernegosiasi. - Teori situasional,
Merupakan suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menyatakan
bahwa pemimpin memahami perilakunya, sifat-sifat bawahannya, dan situasi
sebelum menggunakan suatu gaya kepemimpinan tertentu. Pendekatan ataupun
teori ini mensyaratkan pemimpin untuk memiliki keterampilan diagnostik dalam
perilaku manusia.
Comments
Post a Comment