Definisi dan arti penting
Kepuasan kerja menurut Kreitner & Kinicki (2003)
menyatakan bahwa “Job satisfication is an affective or emotional
response toward varius facets of one’s job” Maka dapat diartikan
bahwa kepuasan kerja merupakan dampak emosional yang diterima
oleh seseorang dari pekerjaan yang dilakukan, yang mana dapat
berupa rasa puas ataupun tidak puas terhadap pekerjaanya.
Seorang karyawan yang memiliki tingkat kepuasan tinggi
maka akan menghasilkan perasaan-perasaan positif terhadap
pekerjaan tersebut, sedangkan karyawan yang tidak puas memiliki
perasaasn-perasaan negatif mengenai pekerjaan tersebut (Robbins,
2011). Seorang karyawan yang memiliki tingkat kepuasan yang
tinggi maka akan menunjukkan sikap yang positif terhadap
perusahaan yang mana hal tersebut akan berdampak positif bagi
kemajuan perusahaan, sedangkan apabila karyawan tidak memiliki
kepuasan maka biasanya akan menunjukan sikap yang negatif salah
satunya ditunjukan dengan tingkat keterlibatan pekerjaan yang
cukup rendah.
Selain itu kepuasan kerja menurut Greenberg and Baron (2000)
yaitu “positive or negative attitudes held by individuals toward
their jobs.” Berati kepuasan kerja tersebut merupakan perilaku
yang ditunjukan oleh seorang karyawan baik itu yang positif
maupun negatif tergantung dari individu masing-masing.
Menurut Luthans (2006) kepuasan kerja merupakan suatu hasil
dari persepsi karyawan mengenai seberapa baik pekerjaan tersebut
memberikan hal yang dianggap penting. Berdasarkan definisi
tersebut kepuasan kerja timbul dari padangan karyawan terhadap
pekerjaan, yang mana seberapa besar harapan karyawan tersebut
terpenuhi atas pekerjaan yang telah dilakukan, maka hal itu
mempengaruhi kepuasan kerja yang dirasakan.
Menurut teori dua faktor-Herzberg (dalam Gibson,1996)
berpandangan bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan
motivator intrinsik, sedangkan ketidakpuasan timbul dari ketidak
beradaan faktor-faktor ekstrinsik. Maka kesimpulan penelitian
Heerzberg yaitu sebagai berikut:
1) Terdapat sekelompok kondisi ekstrinsik atau dalam konteks
pekerjaan yang meliputi : upah atau gaji, kondisi pekerjaan,
status, keamanan kerja, kebijakan organisasi, supervisi dan
hubungan interpersonal.
2) Terdapat sekelompok kondisi intrinsik yang berupa prestasi
kerja, pengakuan, tanggung jawab, pekerjaan itu sendiri, serta
pertumbuhan.
Comments
Post a Comment