Dimensi dan indikator kepuasan kerja
Kepuasan kerja menurut Weiss et al., (dalam Arnold and
Feldman, 1986 dalam Paramartha dan Harunan, 2005)) mengatakan
bahwa tedapat 20 indikator kepuasan kerja yang digunakan untuk
mengukur seorang karyawan puas atau tidak puas dalam kuesioner
Minnesota Satisfaction Questionaire (MSQ). Indikator kepuasan
kerja tersebut meliputi:
1) Ability Utilization (Penggunaan Kemampuan), merupakan
suatu kesempatan untuk menggunakan kemampuan
potensial yang dimiliki karyawan untuk bekerja ditempat
kerja.Pemberian kesempatan untuk menggunakan
kemampuan yang dimiliki oleh karyawan akan menjadi
salah satu sumber kepuasan kerja yang dirasakan karyawan
karena dalam bekerja mereka akan termotivasi, memberikan
kinerja yang tinggi, produktif dalam menyalurkan ide-ide
yang dimiliki serta dapat lebih mudah menyesuaikan diri
dengan lingkungan kerja.
2) Achievement (Prestasi), merupakan Prestasi kerja ini
berhubungan dengan kemampuan seorang karyawan dalam
menyelesaikan pekerjaannya, memecahkan masalah,
berusaha untuk mempertahankan keberhasilan yang telah
dimiliki, serta menghayati setiap hasil kerja.
3) Activity (Aktivitas), merupakan adanya kessempatan yang
diperoleh karyawan untuk melakukan kesibukan-kesibukan
setiap waktu yang berhubungan dengan pekerjaanya.
4) Advancement (Kemajuan), merupakan suatu perubahan dari
obyek atau kondisi dan situasi yag dirasakan oleh seorang
karyawan dengn tujuan untuk mengembangkan
keterampilan, profesi serta status yang lebih baik dari
pekerjaan yang dilakukanya.
5) Authority (Autoritas), merupakan hak yang dimiliki oleh
karyawan untuk mengambil keputusan, mengambil
tindakan-tindakan yang berkaitan dengan pencapaian tujuan
organisasi atau perusahaan. Hal tersebut akan mendorong
kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan.
6) Company Policies, merupakan semua hal yang berhubungan
dengan perusahaan atau organisasi, baik itu kaitannya
dengan masalah-masalah kebijakan maupun administrasi
yang berlaku.
7) Compensation (Kompensasi) dapat berupa gaji atau upah
yang diterima oleh karyawan. Menurut Arnold dan Feldman
(1986) mengemukakan bahwa gaji menjadi salah satu
peranan nyata dalam menentukan kepuasan kerja. Hal
tersebut disebabkan karena gaji dapat digunakan sebagai
alat dalam memenuhi kebutuhan, simbol prestasi,
pengakuan akan kinerja yang dihasilkan oleh karyawan.
8) Co-worker, merupakan kesempatan yang diterima oleh
karyawan untuk melakukan kerjasama dengan karyawan
lain dalam menyelesaikan pekerjaanya, dengan hal tersebut
karyawan dapat bertukar pikiran atau informasi serta
melakukan diskusi mengenai masalah-masalah yang mereka
hadapi dalam bekerja.
9) Creativitys, merupakan suatu ide-ide atau gagasan yang
dimunculkan serta tindakan-tindakan untuk menyelesaikan
persoalan ataupun masalah yang timbul. Kemampuan
karyawan yang dimiliki ini akan menjadi sumber kepuasan
kerja karyawan dalam bekerja karena mereka dapat
mengembangkan ide-ide atau gagasan yang inovatif dan
bermanfaat bagi perusahaan.
10) Independence, merupakan kesempatan menggunakan
pertimbangan-pertimbangannya sendiri dalam
menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan.
11) Job Security (Keamanan Kerja), merupakan faktor-faktor
yang dapat menunjung rasa aman karyawan dalam
melaksanakan pekerjaan, misalnya jaminan hari tua,
kestabilan perusahaan dan lain-lain. Rasa aman yang
dimiliki karyawan akan mempengaruhi kepuasan kerja yang
dirasakan, yang mana dengan adanya rasa aman dalam
bekerja karyawan akan merasa terlindungi masa depannya
sehingga karyawan akan merasa tenang dalam
melaksanakan pekerjaanya.
12) Social Service, yakni berkaitan dengan pelayanan yang
diberikan oleh perusahaan terhadap karyawan baik itu yang
menyangkut fisik maupun mental yang dapat mendorong
semangat dan gairah karyawan dalam bekerja. Pelayanan
yang dimaksud disini misalnya fasilitas-fasilitas yang
diberikan perusahaan kepada karyawannya.
13) Social Status, yakni menjadi salah satu sumber kepuasan
kerja yang dirasaka oleh karyawan karena status sosial ini
akan mempengaruhi kemungkinan seorang karyawan
memperoleh gaji, jabatan serta fasilitas kerja.
14) Moral Values, yakni cara yang ditempuh oleh karyawan
untuk melengkapi dirinya sendiri dalam bekerja yang mana
hal tersebut nantinya akan menjadikan karyawan yang
tangguh, cakap dan dapat mencapai prestasi yang seoptimal
mungkin. Hal tersebut akan mempengaruhi kepuasan kerja
karena karyawan akan mampu mengembangkan wawasan
dan kemampuan kerja baik itu secara konseptual maupun
operasional.
15) Recognition, yakni pengakuan yang diterima oleh karyawan
dalam bekerja meliputi penghargaan, pujian serta perhatian.
Hal tersebut akan menjadi sumber kepuasan karena dengan
adanya pengakuan seorang karyawan akan merasa apa yang
telah dicapai dihargai oleh manajemen sehingga karyawan
akan dapat lebih semangat dalam melakukan pekerjaan
yang lebih menantang.
16) Responsibility (Tanggungjawab), merupakan kewajiban
yang diterima oleh karyawan dari atasan untuk melakukan
pekerjaan tertentu. Tanggungjawab yang diterima oleh
karyawan akan menjadi sumber kepuasan karyawan karena
dengan hal tersebut maka seorang karyawan diberikan
kepercayaan serta dianggap mampu menyelesaikan
pekerjaaan.
17) Supervision -Human Relations, merupakan hubungan antara
supervisor dengaan para pekerja ataupun dengan
bawahannya. Hubungan yang terjalin semakin baik maka
akan mempengaruhi rasa puas dari karyawan, misalnya
supervisor memberikan sikap keramahan, keakraban,
keterbukaan dan kerjasama, yang dampaknya akan
mendorong kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan.
18) Supervisian -Technical, yakni teknik yang digunakan oleh
supervisor dalam melakukan pengawasan, yang mana hal
tersebut akan mempengaruhi kepuasan kerja yang dirasakan
karyawan.
19) Variety (Varisi Kerja), merupakan aspek pekerjaan yang
dianggap menarik dan menyenangkan yang meliputi
pelaksanaan pekerjaan aktual atau tugas-tugas dari
pekerjaan; rutinitas atau variasi kerja; kreativitas; dan
mudah atau susahnya pekerjaan dilakukan.
20) Working Conditions (Kondisi Kerja), merupakan kondisi
yang mencakup semua aspek fisik kerja, psikologis kerja,
serta peraturan yang ada ditempat kerja. Hal ini akan
mempengaruhi kepuasan kerja yang dirasakan oleh
karyawan.
Comments
Post a Comment