Dimensi dan Indikator Organizational Citizenship Behavior

 


Menurut Muhdar (2015:16) terdapat beberapa dimensi Organizational
Citizenship Behavior yaitu sebagai berikut:

  1. Perilaku Membantu (Altruism)
    Mengutamakan kepentingan orang lain. Dimensi ini mengarah kepada
    memberi pertolongan yang bukan merupakan kewajiban yang
    ditanggungnya. Ketika seorang karyawan memberikan pertolongan kepada
    karyawan lain untuk menyelesaikan tugas dalam keadaan tertentu, misalnya
    seorang karyawan baru sembuh dari sakitnya.
  2. Sikap Ketelitian (Conscientiousness)
    Ketelitian atau dikerjakan secara seksama, yang mengacu pada seorang
    karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan cara
    melebihi atau diatas apa yang telah disyaratkan. Dimensi ini menjangkau
    jauh diatas dan jauh ke depan dari panggilan tugas. Karyawan akan lebih
    sopan dan bekerja sama sehingga terciptanya lingkungan kerja yang
    menyenangkan.
  3. Sikap Sportif (Sportmanship)
    Sikap sportif, merupakan keadaan atau sifat jujur dan murah hati, sehingga
    lebih menekankan pada aspek positif organisasi dari pada aspek negatif.
    Memberikan rasa toleransi terhadap gangguan dalam pekerjaan, yaitu ketika
    seorang karyawan memikul pekerjaan yang tidak mengenakkan tanpa harus
    menunjukan keluhan. Seseorang yang mempunyai tingkatan tinggi dalam
    sportmanship akan meningkatkan iklim positif diantara para karyawan.
    Karyawan akan lebih sopan dan lebih bisa bekerja sama dengan yang lain
    sehingga menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan
  4. Kebaikan (Courtessy)
    Merupakan kebaikan, kesopanan, tata susila atau rasa hormat termasuk
    perilaku seperti membantu seseorang dalam mencegah terjadinya suatu
    permasalahan atau mengurangi berkembangnya suatu masalah. Kebaikan
    (courtessy) merujuk pada tindakan pengajaran kepada orang lain sebelum ia
    melakukan tindakan yang berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang yang
    memiliki dimensi ini adalah orang yang menghargai dan memperhatikan
    orang lain.
  5. Kebijakan Sipil (Civic Virtue)
    Merupakan perilaku yang ikut serta mendukung fungsi administrasi
    organisasi. Perilaku ini berupa partisipasi aktif karyawan dalam hubungan
    keorganisasian, misalnya menghadiri rapat, menjawab surat-surat, mencari
    informasi-informasi penting yang dapat bermanfaat bagi perusahaan dan
    selalu mengikuti isu terbaru yang menyangkut organisasi. Seseorang yang
    memiliki dimensi ini adalah orang yang menghargai dan memperhatikan
    orang lain.

Comments

Popular Posts