Dimensi dan Indikator Organizational Citizenship Behavior
Menurut Muhdar (2015:16) terdapat beberapa dimensi Organizational
Citizenship Behavior yaitu sebagai berikut:
- Perilaku Membantu (Altruism)
Mengutamakan kepentingan orang lain. Dimensi ini mengarah kepada
memberi pertolongan yang bukan merupakan kewajiban yang
ditanggungnya. Ketika seorang karyawan memberikan pertolongan kepada
karyawan lain untuk menyelesaikan tugas dalam keadaan tertentu, misalnya
seorang karyawan baru sembuh dari sakitnya. - Sikap Ketelitian (Conscientiousness)
Ketelitian atau dikerjakan secara seksama, yang mengacu pada seorang
karyawan dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan cara
melebihi atau diatas apa yang telah disyaratkan. Dimensi ini menjangkau
jauh diatas dan jauh ke depan dari panggilan tugas. Karyawan akan lebih
sopan dan bekerja sama sehingga terciptanya lingkungan kerja yang
menyenangkan. - Sikap Sportif (Sportmanship)
Sikap sportif, merupakan keadaan atau sifat jujur dan murah hati, sehingga
lebih menekankan pada aspek positif organisasi dari pada aspek negatif.
Memberikan rasa toleransi terhadap gangguan dalam pekerjaan, yaitu ketika
seorang karyawan memikul pekerjaan yang tidak mengenakkan tanpa harus
menunjukan keluhan. Seseorang yang mempunyai tingkatan tinggi dalam
sportmanship akan meningkatkan iklim positif diantara para karyawan.
Karyawan akan lebih sopan dan lebih bisa bekerja sama dengan yang lain
sehingga menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan - Kebaikan (Courtessy)
Merupakan kebaikan, kesopanan, tata susila atau rasa hormat termasuk
perilaku seperti membantu seseorang dalam mencegah terjadinya suatu
permasalahan atau mengurangi berkembangnya suatu masalah. Kebaikan
(courtessy) merujuk pada tindakan pengajaran kepada orang lain sebelum ia
melakukan tindakan yang berkaitan dengan pekerjaannya. Seorang yang
memiliki dimensi ini adalah orang yang menghargai dan memperhatikan
orang lain. - Kebijakan Sipil (Civic Virtue)
Merupakan perilaku yang ikut serta mendukung fungsi administrasi
organisasi. Perilaku ini berupa partisipasi aktif karyawan dalam hubungan
keorganisasian, misalnya menghadiri rapat, menjawab surat-surat, mencari
informasi-informasi penting yang dapat bermanfaat bagi perusahaan dan
selalu mengikuti isu terbaru yang menyangkut organisasi. Seseorang yang
memiliki dimensi ini adalah orang yang menghargai dan memperhatikan
orang lain.
Comments
Post a Comment