Karakteristik Budaya Organisasi
Menurut Robbins (Wibowo : 2011:37) mengemukakan bahwa terdapat 7
(tujuh) karakteristik penting yang dapat dipakai sebagai acuan dalam memahami
serta mengukur keberadaan budaya organisasi tersebut, yaitu:
- Inovasi dan Pengambilan Resiko (Innovation and risk taking)
Merupakan suatu tingkatan dimana pekerjaan didorong untuk menjadi
inovatif dan mengambil resiko. - Perhatian terhadap Detail (Attention to detail)
Dalam bekerja diharapkan menunjukkan ketepatan, analisis dan perhatian
pada hal yang detail. - Orientasi Hasil (Outcome orientation)
Manajemen memfokuskan pada hasil dan manfaat dari pada sekedar pada
teknik dan proses dan dipergunakan untuk mendapatkan amnfaat tersebut. - Orientasi Individu (People orientation)
Dimana keputusan manajemen mempertimbangkan pengaruh manfaatnya
pada orang dalam organisasi. - Orientasi terhadap Tim (Team Orientation)
Aktivitas kerja di organisasi berdasarkan tim dari pada individual. - Agresivitas (Aggressiveness)
Dimana orang-orang cenderung lebih agresif dan kompetitif dari pada
easygoing. - Stabilitas (Stability)
Aktivitas organisasional menekankan pada menjaga status quo sebagai
lawan dari perkembangan.
Selanjutnya menurut Edgar Schein dalam Robbin pada buku Muhammad
Burso (2018:19) juga menyebutkan sepuluh karakteristik budaya organisasi,
mencakup: - Observe behavior : language, customs, traditions;
- Groups norms : standards and values;
- Espoused values : published, publicly announced values;
- Formal philosophy : mission;
- Rules of the game: ruls to all in organization;
- Climate : climate of group in interaction;
- Embedded skills;
- Habits of thinking, acting, paradi gms : shared knowledge for
sociallization; - Share meanings of the group; and
- Metaphors or symbols.
Comments
Post a Comment