Komitmen Afektif
Komitmen organisasional saat ini menjadi perbincangan dan mendapat cukup
perhatian oleh perusahaan-perusahaan. Tingkat komitmen organisasional menjadi salah
satu tolak ukur seberapa besar tingkat loyalitas karyawan terhadap perusahaannya.
Menurut Wiliian and Hazer (1986) komitmen organisasional merupakan bentuk respon
afektif pada organisasi secara menyeluruh yang selanjutnya memperlihatkan suatu
respon afektif pada aspek pekerjaan. Menurut Porter (dalam Armstrong, 2006) terdapat
tiga faktor dalam komitmen organisasional yaitu adanya keinginan untuk tetap menjadi
anggota di perusahaan, menerima semua nilai-nilai yang ada dan tujuan dari perusahaan
serta menempatkan kepentingan organisasi sebagai hal yang memiliki prioritas tinggi.
Komitmen organisasional dapat juga disebut sebagai loyalitas karyawan yang berarti
karyawan dapat mengidentifikasikan diri terhadap organisasi dan memiliki keinginan
untuk berpartisipasi di organisasi tersebut (Yusuf & Syarif, 2018).
Menurut Meyer dan Allen (1993) menyebutkan terdapat tiga dimensi dalam
komitmen organisasional. Pertama adalah komitmen afektif (affective commitment),
kedua komitmen kontinuan (continuance commitment) dan yang terakhir adalah
komitmen normatif (normative commitment). Komitmen afektif merupakan suatu
pendekatan yang dilihat dari sisi emosional individu mengenai bentuk keterlibatanya
terhadap organisasi. Kemudian komitmen kontinuan merupakan keinginan dari
individu untuk tetap berada di perusahaan tersebut, oleh karena itu individu akan
merasakan perlu adanya hubungan dengan perusahaan. Terakhir adalah komitmen
normatif yang merupakan munculnya perasaan yang mengharuskan individu tersebut
untuk dapat bertahan di perusahaan (Yusuf & Syarif, 2018).
Comments
Post a Comment