Komitmen Organisasi
Komitmen organisasi di definiskan sebagai derajat seseorang mengidentifikasi dirinya
sebagai bagian dari organisasi dan berkeinginan melanjutkan partisipasi aktif didalamnya
(Panggabean, 2014). Komitmen organisasi merupakan tingkat kepercayaan karyawan terhadap
tujuan organisasi dan memiliki keinginan untuk tetap ada dalam organisasi tersebut. Komitmen
organisasi merupakan suatu kekuatan yang mengikat kepada seseorang dimana dapat
memengaruhi tindakan yang berkaitan dengan organisasi. Seseorang dengan tingkat komitmen
yang tinggi diharapkan akan memberikan kinerja yang optimal dengan tingkat kepuasan kerja
yang tinggi (Pramana dan Mujiati 2013). Komitmen organisasi merupakan komponen sikap,
teori, dan kepercayaan karyawannya. Kepercayaan karyawan terhadap organisasi akan
membantu organisasi mencapai tujuan organisasi. (Aulia et al., 2019).
Menurut Greenberg dan Baron (2003) dalam Wijaya (2009) komitmen organisasi dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: (a) Job Characteristic, organisasi memberikan
tanggung jawab besar kepada karyawan dalam menjalankan pekerjaan, yang diharapkan akan
memberikan komitmen kepada perusahaan sehingga tercipta komitmen pada organisasi. (b)
Alternative Employment Opportunities, dimana organisasi memberikan peluang kepada
karyawan untuk memberikan promosi secara terbuka yang mana akan menjadikan karyawan
lebih memiliki komitmen yang tinggi terhadap organisasi, begitu pula sebaliknya. (c) Personal
Characteristic. Komitmen individu pada organisasi dipengaruhi oleh keberadaan pribadi dan
individu itu sendiri seperti usia, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan sikap serta
motivasi. Jika organisasi dapat mengelola keadaan karyawan secara baik, komitmen karyawan
terhadap organisasi juga akan semakin meningkat. (d) Treatment of Newcomers. Kemauan
organisasi untuk menyambut baik karyawan baru, dan bersedia membantunya jika menghadapi
kesulitan pekerjaan akan menjadikan karyawan tersebut merasa lebih terikat dengan organisasi
karena merasa diterima dan diperhatikan yang mana akan meningkatkan komitmen karyawan.
Untuk mengetahui sejauh mana komitmen karyawan terhadap organisasi menurut
Panggabean (2014) dapat dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) dimensi, yaitu a) Affective
commitment adalah suatu kondisi yang menunjukkan keinginan karyawan untuk melibatkan diri
dan mengidentifikasi diri dengan organisasi karena adanya kesesuaian nilai-nilai dalam
organisasi atau seberapa jauh tingkat emosi keterlibatan langsung dalam organisasi. Komitmen
ini muncul karena adanya rasa kenyamanan, keamanan dan mendapatkan manfaat lain yang
dirasakan dalam organisasi dan tidak diperolehnya diorganisasi lain. Kunci dari komitmen ini
adalah want to. (b) Normative commitment (moral komitmen), yaitu komitmen yang muncul
karena karyawan berkewajiban untuk tinggal dalam organisasi seperti kesetiaan, kebanggaan,
kesenangan, kebahagiaan, dan lain-lain. Karyawan dengan komitmen normatif yang kuat akan
terus bekerja dengan organisasi karena mereka merasa memang seharusnya, atau secara singkat
karyawan harus bertahan karena loyalitas. Kunci dari komitmen ini adalah kewajiban untuk
bertahan dalam organisasi (ought to). (c) Continuance commitment, yaitu tingkat keinginan
individu untuk bekerja dalam suatu organisasi karena dia membutuhkan untuk berada dalam
organisasi ini dan dia tidak dapat melakukannya di tempat lain. Sehingga dapat dikatakan
bahwa continuance commitment adalah suatu komitmen yang didasarkan akan kebutuhan
rasional. Kunci dari komitmen ini adalah kebutuhan untuk bertahan (need to).
Berdasarkan dimensi-dimensi yang dikemukakan oleh Panggabean (2014) tersebut di
atas, maka indikator komitmen organisasi adalah Affective commitment. dapat diukur dengan
indikator: a) Arti penting organisasi, b) Tingkat keterlibatan dalam organisasi, b) Perasaan
terikat secara emosional dengan organisasi. Normative commitment dapat diukur dengan
menggunakan indikator: a) Kebanggaan menjadi bagian dari organisasi, b) Kebahagiaan
menjadi bagian dalam organisasi, c) Perasaan hutang budi dengan organisasi. Continuance
commitment dapat diukur dengan indikator: a) Keinginan tetap dalam organisasi, b)
Pertimbangan meninggalkan organisasi, c) Pertimbangan bekerja di organisasi lain.
Comments
Post a Comment