Komitmen

 merupakan hal yang sangat penting dalam

suatu perusahaan yang harus dimiliki oleh karyawan. Di mana
komitmen disini akan sangat berpengaruh terhadap
tanggungjawab yang harus dijalankan oleh karyawan serta hasil
kerja yang dilakukan karyawan. Namun masih banyak perusahaan
yang tidak menyadari hal itu, sehingga menyebabkan perusahaan
tidak memperhatikan komitmen yang dimiliki oleh karyawan.
Komitmen dari karyawan membawa perilaku atau tindakan yang
dilakukan dalam menjalankan pekerjaan, serta tindakan tersebut
akan membawa pengaruh terhadap hasil kerja, baik itu positif
maupun negatif tergantung yang dijalankan setiap individu
karyawan.
Komitmen Organisasional merupakan suatu keadaan di
mana seorang individu atau karyawan memihak organisasi yang
merekrut individu tersebut yang mana memiliki keterlibatan yang
tinggi terhadap pekerjaannya (Robbins, 2011). Komitmen ini
ditandai dengan seorang karyawan yang mulai memihak dalam
organisasi atau mempertahankan keanggotannya dalam organisasi
tertentu.Selain itu, komitmen organisasional menurut Luthans
(2006) didefinisikan sebagai:
1) Suatu keinginan kuat untuk tetap sebagai anggota organisasi
tertentu
2) Keinginan untuk berusaha keras sesuai keinginan organisasi
3) Keyakinan tertentu dan penerimaan nilai dan tujuan
organisasi.
Demikian dapat diartikan bahwa komitmen organisasi
tersebut muncul dari keinginan kuat seorang karyawan yang mana
proses ini berjalan secara terus berkelanjutan sampai pada
terwujudnya sikap seorang karyawan yang bertujuan untuk
kesuksesan organisasinya.
Komitmen organisasional dapat didefinisikan sebagai “the
extend to which an individual identifies and is involved with his
or her organization or is unwilling to leave it.” (Greenberg and
Baron, 2000). Menurut Allen dan Meyer (1990), komitmen
organisasional merupakan sebuah konsep yang memiliki tiga
dimensi, yaitu affective, normative, dan continuence commitment
Berarti komitmen organisasional merupakan keadaan di mana
seorang karyawan terlibat dalam organisasi dan tidak ada
keinginan untuk meninggalkan organisasi tersebut, yang mana
komitmen organisasi dibedakan menjadi tiga kategori yaitu
afektif, berkelanjutan dan normatif.
Menurut Miner (1988) menjelaskan bahwa terdapat tiga
proses dalam pembentukan komitmen organisasional yaitu
komitmen awal (Initial commitment), komitmen selama periode
ketenagakerjaan (commitment during early employment), dan
yang terakhir yaitu komitmen pada karir selanjutnya (commitment
during later career). Setiap tahapan komitmen memiliki faktorfaktor yang mempengaruhi proses pembentukan komitmen
organisasional tersebut dan berbeda-beda.

Comments

Popular Posts