Lingkungan Kerja
Keadaan maupun kondisi dari lingkungan kerja pada suatu perusahaan merupakan
hal penting yang harus diperhatikan. Lingkungan kerja memiliki pengaruh kepada
karyawan dan kinerjanya. Apabila kondisi lingkungan kerjanya membuat nyaman hal
ini akan membuat kinerja karyawan tersebut meningkat begitu juga kondisi sebaliknya.
Pengertian lingkungan kerja menurut Sedarmayanti (2012) yaitu:
“Lingkungan kerja adalah berbagai alat perkakas maupun bahan yang ada di
lingkungan sekitarnya, tempat seseorang bekerja, metode kerja yang dipakai serta
peraturan kerja yang dilakukan sebagai individu maupun kelompok”.
Selain itu juga terdapat pendapat menurut Schultz (2010) dimana lingkungan kerja
adalah kondisi atau keadaan kerja meliputi semua aspek fisik, psikologis dan peraturan
kerja yang berpengaruh terhadap kepuasan dan produktivitas kerja karyawan (Rahayu,
2019). Berdasarkan pendapat-pendapat diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa
kondisi lingkungan kerja menjadi hal penting yang berdampak terhadap tingkat
produktivitas karyawan.
Berdasarkan jenisnya lingkungan kerja dibagi menjadi dua jenis, menurut
Sedarmayanti (2012) lingkungan kerja terdiri dari lingkungan kerja fisik dan
lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja fisik merupakan hal-hal disekitar
karyawan yang berbentuk fisik dimana memberikan pengaruh kepada karyawan.
Lingkungan fisik sendiri terbagi lagi menjadi dua kategori lagi yaitu lingkungan yang
langsung berhubungan terhadap karyawan seperti meja, kursi, komputer dan lain-lain.
Kemudian ada lingkungan perantara yang memberikan dampak kepada karyawan
seperti sirkulasi udara, tingkat kelembapan ruangan, pencahayaan, kebisingan dan
sebagainya. Jenis lingkungan kerja yang kedua adalah lingkungan kerja non fisik yang
merupakan segala kondisi yang memiliki kaitannya dengan pekerjaan maupun
hubungan kerja antara dengan atasan maupun dengan sesama karyawan.
Lingkungan kerja juga memiliki faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara lain
faktor lingkungan kerja fisik. Karyawan akan melaksanakan pekerjaannya dengan
maksimal apabila kondisi lingkungan kerjanya mendukung. Hal-hal yang dapat
mempengaruhi kinerja karyawan ditinjau dari faktor fisik lingkungan kerja yaitu tingkat
penerangan ruangan, temperatur ruangan, tingkat kelembapan, ada atau tidaknya
sirkulasi udara, keamanan ruang kerja, dekorasi ruangan kerja, ada atau tidaknya musik,
aroma yang ada diruangan serta tingkat kebisingan ruangan. Kemudian ada faktor
lingkungan kerja non fisik berupa suasana kerja yang dibangun di tempat kerja
karyawan. Perusahaan perlu memberikan perhatian kepada karyawannya supaya
terjalin hubungan yang baik antara atasan dengan karyawan maupun antar karyawan.
Adanya komunikasi yang baik serta suasana kekeluargaan yang terjalin diharapkan
dapat meningkatkan inisiatif, kreativitas, kinerja dan komitmen untuk mencapai tujuan
perusahaan (Silitonga, 2020).
Praktik manajemen sumber daya manusia dapat dikatakan memiliki pengaruh
terhadap kepuasan kerja karyawan dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi
kepuasan kerja. Dalam rangka pemenuhan kepuasan kerja karyawan, menurut Smith,
Kendal dan Hulin (Luthans, 2002) terdapat lima dimensi yang memiliki pengaruh
terhadap kepuasan kerja antara lain pekerjaan, gaji, promosi, penyeliaan serta rekan
kerja. Selain itu juga terdapat teori Nilai Locke yang menyatakan bahwa kepuasan kerja
dapat dilihat dari penghargaan yang dihasilkan dari pekerjaan yang dilakukan serta
faktor-faktor lain yang telah dijelaskan diatas.
Comments
Post a Comment